Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasukan Israel Hancurkan Tugu Para Syuhada Palestina, Serbu Kota Nablus
Advertisement . Scroll to see content

Penilaian CIA Ungkap Israel Mungkin Bakal Runtuh, kok Bisa?

Kamis, 08 Oktober 2026 - 05:57:00 WIB
Penilaian CIA Ungkap Israel Mungkin Bakal Runtuh, kok Bisa?
Israel disebut menghadapi risiko keruntuhan negara hingga perang saudara akibat konflik internal (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Hubungan Israel-AS selama ini menjadi salah satu pilar strategis utama Israel. Karena itu, setiap perubahan dukungan politik maupun militer Washington dapat memiliki dampak besar terhadap perhitungan keamanan dan politik di Israel.

Perdebatan mengenai dukungan AS juga semakin terlihat di Washington. Pada akhir September, Senat AS bahkan melakukan pemungutan suara atas resolusi yang meminta laporan mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat. Resolusi itu gagal disahkan dengan suara 47-51, tetapi perdebatan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan politik di AS mengenai kebijakan Israel.

Meski demikian, laporan tersebut tidak berarti CIA memprediksi Israel pasti akan runtuh atau perang saudara pasti pecah.

Penilaian Red Cell justru dibuat untuk menguji skenario dan risiko yang mungkin luput dari analisis utama. Dalam kasus ini, laporan tersebut memperingatkan bahwa berbagai keretakan yang terjadi secara bersamaan dapat menciptakan kondisi yang jauh lebih berbahaya jika tidak ditangani.

Dengan kata lain, ancaman yang digambarkan bukan berasal dari satu musuh eksternal, melainkan dari akumulasi persoalan di dalam negeri: perpecahan politik, krisis wajib militer, beban ekonomi, perang berkepanjangan, kekerasan di Tepi Barat, konflik konstitusional, dan meningkatnya isolasi internasional.

Menjelang pemilu 27 Oktober, kondisi tersebut membuat stabilitas internal Israel menjadi sorotan. Bagi penilaian yang disebut berasal dari CIA itu, persoalannya bukan apakah satu konflik tertentu dapat menjatuhkan Israel, melainkan apakah berbagai keretakan tersebut pada akhirnya dapat bertemu dan menciptakan krisis yang lebih besar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut