Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erdogan dan Putin Sepakati Gencatan Senjata, Kondisi di Suriah Mulai Tenang
Advertisement . Scroll to see content

Pentagon: Trump Perintahkan 1.000 Tentara AS Ditarik dari Suriah

Senin, 14 Oktober 2019 - 07:44:00 WIB
Pentagon: Trump Perintahkan 1.000 Tentara AS Ditarik dari Suriah
Pasukan AS di Suriah. (FOTO: AFP Photo/Delil SOULEIMAN)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pentagon menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penarikan hingga 1.000 tentara dari utara Suriah, atau hampir seluruh pasukan angkatan darat di negara itu. Penarikan pasukan ini dilakukan di tengah serangan Turki yang semakin intensif terhadap pasukan Kurdi.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan langkah itu dilakukan setelah AS mengetahui bahwa Turki semakin mendesak ke Suriah lebih dari yang diperkirakan.

Bangsa Kurdi, sekutu AS dalam memerangi kelompok ISIS, kemudian mengumumkan mencapai kesepakatan dengan rezim Suriah untuk mengerahkan pasukan di dekat perbatasan untuk menghadapi serangan Turki.

"Kami memiliki pasukan Amerika yang kemungkinan terjebak di antara dua pasukan yang berperang dan itu adalah situasi yang sangat tidak bisa dipertahankan," kata Esper, kepada CBS dalm program "Face the Nation", seperti dilaporkan AFP, Senin (14/10/2019).

"Jadi saya berbicara dengan presiden tadi malam setelah berdiskusi dengan anggota tim keamanan nasional lainnya dan dia memerintahkan agar kita memulai penarikan pasukan secara sengaja dari Suriah utara."

Esper mengatakan, dia tidak dapat memberikan deadline karena situasi yang berubah dengan cepat di lapangan. Namun penarikan pasukan, kata dia, akan dilakukan dengan cara yang sangat aman.

"Lihat, itu adalah situasi yang sangat mengerikan di sana, situasi yang disebabkan oleh Turki. Meskipun ada penentangan dari kami, mereka memutuskan melakukan serangan ke Suriah," kata Esper, kepada CBS.

"Dan pada titik waktu ini dalam 24 jam terakhir, kami mengetahui bahwa mereka kemungkinan berniat memperluas serangan mereka lebih jauh ke selatan daripada yang direncanakan sebelumnya dan ke barat."

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut