Perahu Terbalik di Kongo, 27 Orang Ditemukan Tenggelam

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 20 September 2018 - 11:44 WIB
Perahu Terbalik di Kongo, 27 Orang Ditemukan Tenggelam

Ilustrasi perahu terbalik. (Foto: Getty Images)

MBANDAKA, iNews.id - Sebuah perahu yang kelebihan muatan terbalik di Republik Demokratik Kongo bagian utara, Rabu (20/9/2018). Setidaknya 27 orang tenggelam dalam insiden tersebut.

Insiden itu terjadi saat atap perahu yang dipenuhi dengan barang dagangan roboh dan menyebabkan kapal tenggelam saat menyusuri anak sungai Kongo, sekitar 1.500 kilometer dari Kinshasa.

"Kami menarik 27 mayat dari sungai Mongala setelah kapal terbalik," kata Gubernur Provinsi Alpha Belo-Ngwata, kepada AFP, Kamis (20/9/2018).

"Jasad yang lain masih di dalam air. Tim penyelamat mencoba untuk menemukan mereka," tambahnya.

Junior Mozobo, salah satu dari sekitar 30 orang yang selamat, mengatakan perahu menampung sekitar 60 orang, kebanyakan dari mereka adalah pedagang dan pelajar.

Atap perahu yang dipenuhi barang dagangan ambruk sekitar pukul 23.00 dan menimpa penumpang di bawahnya.

Fakta bahwa perahu dalam kondisi buruk dan berlayar saat malam hari juga turut menyebabkan kecelakaan terjadi.

"Dalam beberapa menit, kapal itu tenggelam. Semuanya terjadi sangat cepat, saya beruntung karena tidak berada di bawah atap," katanya.

Perahu seperti itu biasanya memiliki panjang 15 hingga 30 meter dan lebar hingga enam meter, yang mampu membawa hingga 140 ton barang dagangan bersama dengan puluhan penumpang.

Tidak ada jaket pelampung dan kebanyakan orang tidak bisa berenang.

Pihak berwenang sedang mencari pemilik perahu, yang melarikan diri setelah kecelakaan itu.

Pejabat menyebut, insiden itu kembali menjadi peringataan atas peraturan ketat yang melarang kapal berlayar di malam hari.

Kebanyakan operator kurang memperhatikan peraturan keamanan dan tak mengatur bobot barang dagangan yang dibawa di kapal, sehingga kapal sering terbalik di danau dan sungai.

Pada Mei, 50 orang tewas dalam kecelakaan serupa di sungai lain di barat laut negara itu.

Editor : Nathania Riris Michico