Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kim Jong Un Tiba-Tiba Pecat Menhan Korea Utara, Kenapa?
Advertisement . Scroll to see content

Perang AS-Iran Masuki 6 Bulan, Trump Tak Ingin Terburu-buru Mulai Perundingan Lagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03:00 WIB
Perang AS-Iran Masuki 6 Bulan, Trump Tak Ingin Terburu-buru Mulai Perundingan Lagi
Perang AS-Israel melawan Iran memasuki bulan ke-6. namun belum ada tanda-tanda akan berakhir secara permanen (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran telah memasuki bulan keenam pada Jumat (28/8/2026). Hingga kini belum ada tanda-tanda perang berakhir secara permanen, bahkan sebaliknya, perang meluas yakni di bidang ekonomi.

Presiden AS Donald Trump menegaskan tak ingin terburu-buru menyelesaikan perang melawan Iran. Di awal masa perang, Trump mengatakan kepada rakyat AS bahwa perang melawan Iran hanya "perjalanan kecil" yang mungkin berlangsung 6 pekan saja. Namun kenyataannya, sampai bulan ke-6 perang tak berakhir, bahkan masih jauh dari tujuannya, yakni melucuti program nuklir Iran.

Setelah gagal memenangkan perang secara militer, kini Trump menggunakan cara baru yakni dengan menghancurkan Iran melalui ekonomi. Dia mengumumkan blokade penuh terhadap keuangan dan perdagangan Iran.

AS juga mengancam negara-negara lain untuk tidak bertransaksi dengan Iran guna mengisolasi negara itu secara global. 

Cara ini digunakan sebagai pilihan lain di saat pemerintahan AS mengalami kekurangan persediaan amunisi setelah berbulan-bulan perang.

Dia menegaskan tidak terburu-buru untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan seraya mengeklaim kepemimpinan negara itu dalam keadaan terdesak.

“Mereka tidak bisa menggaji pasukan. Mereka dalam masalah besar. Mereka memiliki kapasitas sangat terbatas,” kata Trump. 

“Kami tidak ingin berunding dengan mereka. Kami tidak berencana untuk bertemu atau melakukan apa pun,” ujarnya, menegaskan.

Tidak jelas bagaimana atau apakah Trump akan membahas peringatan 6 bulan konflik yang telah menelan biaya lebih dari 37,5 miliar dolar AS atai sekitar Rp666 triliun itu. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut