Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata sudah mengirim proposal perjanjian kerja sama nuklir dengan Arab Saudi untuk disetujui Kongres. Dia menegaskan, perjanjian itu hanya berlaku jika Saudi mau menormalisasi hubungan dengan Israel.
Seorang sumber pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters, proposal perjanjian itu dikirim ke Kongres pada Senin (24/8/2026).
Kedua negara sudah meneken perjanjian itu pada Juli lalu, memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk mengekspor teknologi nuklir sipil ke Arab Saudi. Namun perjanjian itu tetap harus disetujui oleh Kongres AS.
Selanjutnya Kongres memiliki waktu 90 hari untuk menolaknya.
"Sikap Presiden tidak berubah bahwa kesepakatan hanya akan bergerak maju jika Arab Saudi bergabung dengan Perjanjian Abraham," kata sumber pejabat AS, dalam surat elektronik kepada Reuters, dikutip Rabu (26/8/2026).
Perjanjian Abraham merupakan kesepakatan normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel yang dimediasi AS. Empat negara Arab sudah meneken perjanjian, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko, sejak 2020.