Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump
Advertisement . Scroll to see content

Perang Iran Kuras Rudal AS, Pentagon Butuh Rp109 Triliun untuk Ganti Pesawat dan Drone

Minggu, 01 November 2026 - 07:45:00 WIB
Perang Iran Kuras Rudal AS, Pentagon Butuh Rp109 Triliun untuk Ganti Pesawat dan Drone
Perang Amerika Serikat melawan Iran terus menguras anggaran militer Washington (Foto: CBS News)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran terus menguras anggaran militer Washington. Pentagon memperkirakan lebih dari 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp109 triliun dibutuhkan untuk mengganti peralatan militer yang hilang selama konflik, termasuk pesawat dan drone.

Angka tersebut merupakan bagian dari total biaya perang yang telah menembus 47 miliar dolar AS atau sekitar Rp854 triliun. Berdasarkan data Pentagon yang diperoleh Reuters, Rabu (28/10/2026), total pengeluaran itu melonjak lebih dari 25 persen dibandingkan perkiraan pada Juli sebesar 37,5 miliar dolar AS.

Selain kerugian peralatan militer, pengeluaran terbesar berasal dari kebutuhan mengganti amunisi yang telah digunakan selama perang. Pentagon memperkirakan kebutuhan untuk pengadaan kembali amunisi mencapai lebih dari 29 miliar dolar AS atau sekitar Rp526 triliun.

Namun, angka tersebut belum tentu mencerminkan keseluruhan beban finansial perang. Perkiraan Pentagon belum secara jelas memasukkan biaya besar untuk memperbaiki pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah yang rusak akibat serangan rudal dan drone Iran.

Pesawat dan Drone AS Jadi Beban Pengeluaran

Kerugian peralatan militer atau yang disebut Pentagon sebagai platform losses mencakup pesawat dan drone yang hilang selama operasi militer. Penggantian peralatan tersebut membutuhkan anggaran miliaran dolar di luar biaya untuk mengisi kembali persediaan amunisi.

Sebelumnya, laporan The Washington Post pada Agustus 2026 mengungkap militer AS kehilangan sedikitnya 45 drone MQ-9 Reaper selama perang melawan Iran. Jumlah itu setara sekitar seperempat dari armada MQ-9 yang dimiliki AS sebelum konflik, yang diperkirakan mencapai 185 unit.

Harga satu drone MQ-9 Reaper diperkirakan berkisar 30 juta hingga 50 juta dolar AS. Dengan demikian, nilai penggantian 45 drone tersebut secara kasar dapat mencapai lebih dari 1,3 miliar dolar AS, bergantung pada varian dan biaya pengadaan.

Selain drone, perang juga menghabiskan persediaan rudal dan amunisi yang digunakan untuk menyerang sasaran Iran maupun mempertahankan pasukan AS dari serangan balasan.

Strategi Perang AS Berubah

Presiden Donald Trump melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel pada 28 Februari 2026. Trump sebelumnya memperkirakan konflik tersebut akan berlangsung singkat.

Strategi awal militer AS berfokus pada penggunaan rudal presisi canggih dan berbiaya tinggi untuk menghancurkan pertahanan Iran. Setelah pertahanan lawan melemah, AS berharap dapat beralih ke amunisi yang lebih murah, termasuk bom gravitasi yang dilengkapi sistem pemandu JDAM.

Namun, gencatan senjata pada April memberikan kesempatan bagi Iran untuk memulihkan sebagian kemampuan militernya. Teheran dilaporkan menggali kembali fasilitas penyimpanan bawah tanah, mengaktifkan sejumlah pertahanan udara, serta memulihkan akses terhadap rudal dan drone yang sebelumnya tidak dapat digunakan.

Situasi tersebut menambah tantangan bagi Washington dalam menjalankan operasi militer sekaligus mempertahankan persediaan senjatanya.

Biaya Perang Membengkak, Trump Hadapi Tekanan Politik

Lonjakan biaya perang juga menjadi persoalan politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di DPR dan Senat. Dampak konflik terhadap harga energi dan biaya hidup warga AS turut membebani dukungan terhadap kandidat Partai Republik serta popularitas Trump.

Di tengah situasi tersebut, Trump memberlakukan blokade maritim terhadap Iran untuk menekan pendapatan ekspor minyak negara itu. Pemerintahannya juga membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer berskala besar setelah pemilu paruh waktu jika diperintahkan.

Sejumlah pejabat AS mengatakan Pentagon telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan serangan besar terhadap Iran. Namun, keputusan untuk menjalankan rencana tersebut tetap bergantung pada perintah pemerintah AS.

Dengan biaya perang yang terus meningkat dan kebutuhan penggantian amunisi serta peralatan militer yang besar, beban finansial konflik berpotensi bertambah apabila operasi militer kembali diperluas.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut