Perang Nagorno-Karabakh, Presiden Azerbaijan Aliyev: Rusia Tak Punya Alasan Ikut Campur
BAKU, iNews.id - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menegaskan tidak ada alasan bagi Rusia untuk ikut campur dalam konflik antara negaranya dengan Armenia soal Nagorno-Karabakh.
Menurut Aliyev, Azerbaijan tidak mengancam wilayah Armenia. Rusia memiliki perjanjian pakta pertahanan dengan Armenia, namun tak terkait dengan Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diduduki separatis Armenia.
"Azerbaijan sedang melakukan operasi militer di wilayahnya dan tidak ada rencana ke wilayah Armenia," kata Aliyev, dikutip dari AFP, Minggu (1/11/2020).
Pernyataan ini disampaikan terkait permintaan bantuan keamanan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu lalu. Pada kesempatan itu Rusia menegaskan tak bisa membantu kecuali jika pertempuran sudah masuk wilayah Armenia.
Rusia Bersedia Bantu Armenia Perang dengan Azerbaijan, tapi Ini Syaratnya
Menurut Aliyev, permintaan bantuan Pashinyan ke Rusia sama saja dengan pengakuan kalah. Perjanjian pakta pertahanan dengan Rusia tidak berlaku karena Nagorno-Karabakh diakui oleh hukum internasional milik Azerbaijan.
Lebih lanjut Aliyev mengatakan, negaranya akan menyetujui gencatan senjata hanya jika separatis Armenia berhenti merebut kembali wilayah yang baru-baru ini direbut kembali oleh pasukan Azerbaijan.
Serangan Rudal Armenia Tewaskan 19 Warga Sipil Azerbaijan
"Ini merupakan alasan utama untuk terus berjuang," tuturnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkunjung ke Azerbaijan hari ini untuk menegaskan dukungan negaranya.
Cavusoglu menegaskan, Presiden Recep Tayyip Erdogan memintanya untuk tidak pulang tanpa memberikan bantuan.
Pertempuran terbaru Azerbaijan dengan separatis Armenia selama lebih dari sebulan di Nagorno-Karabakh menewaskan lebih dari 1.200 orang. Upaya internasional untuk menerapkan gencatan senjata berulang kali gagal.
Editor: Anton Suhartono