Perawat Diego Maradona Berbohong soal Pemeriksaan
Perawat itu mengklaim hendak memeriksa kondisi Maradona pada pukul 09.20, namun pasien menolak.
Dia tidak memeriksa kondisi Maradona, namun dalam laporan tertulis sebaliknya.
“Apa yang dinyatakan saksi adalah dia diminta menulis dalam laporan untuk Medidom, telah mencoba untuk memantau tanda-tanda vital Maradona namun kenyataannya dia membiarkannya beristirahat," kata seorang penyelidik, dikutip dari Mirror, Minggu (29/11/2020).
Pada siang hari, perawat itu melihat Maradona tidak responsif dan memberinya napas bantuan dari mulut ke mulut.
Medidom belum mengomentari pengakuan dari perawat tersebut.
Para pemimpin otoritas kesehatan Argentina awalnya khawatir ada unsur pembunuhan di balik kematian Maradona.
Mereka meminta para dokter pertama yang menangani Maradona untuk menghubungi jaksa dan polisi.
Jaksa penuntut negara bagian sudah memeriksa rekaman CCTV di dekat rumah Maradona, namun menegaskan tidak ada unsur kriminalitas.
Hasil post-mortem mengungkap Maradona pernah mengalami gagal jantung akibat pembekuan darah.
Editor: Anton Suhartono