Perempuan China yang Pernah Mengadopsi 118 Anak Dipenjara 20 Tahun, Ini Kisahnya

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 16:58:00 WIB
Perempuan China yang Pernah Mengadopsi 118 Anak Dipenjara 20 Tahun, Ini Kisahnya
Li Yanxia (Foto: Weibo)

BEIJING, iNews.id - Li Yanxia (54), perempuan China yang pernah mengadopsi 118 anak, divonis hukum penjara 20 tahun. Dia dinyatakan bersalah dalam sidang di Pengadilan Wu'an, Provinsi Hebei, Rabu (24/7/2019), atas tuduhan melakukan pemerasan, penipuan, pemalsuan, dan mengganggu ketertiban umum.

Mantan pemilik panti asuhan yang pernah dijuluki 'Love Mother' itu juga didenda 2,67 juta yuan atau sekitar Rp5,4 miliar.

Selain Li, ada 15 orang lainnya yang dijatuhkan vonis, termasuk kekasihnya, Xu Qi.

Pengadilan mengungkap, Li menyalahgunakan pengaruhnya di panti asuhan.

"(Dia) Menipu bersama kelompoknya untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar," demikian pernyataan Pengadilan Rakyat Kota Wu'an, melalui Weibo, seperti dilaporkan kembali BBC, Kamis (25/7/2019).

Sementara Xu dituduh mengganggu ketertiban umum, memeras, menipu, serta menganiaya. Dia dihukum 12,5 tahun penjara dan denda 1,2 juta yuan.

Sementara 14 orang lainnya divonis hukuman penjara hingga 4 tahun.

Nama Li menjadi terkenal pada 2006 setelah muncul laporan media bahwa dia telah mengadopsi puluhan anak di kampung halamannya di Wu'an.

Saat itu dia mengaku pernah menikah tapi bercerai. Mantan suami menjual anak mereka ke sindikat perdagangan manusia seharga 7.000 yuan. Namun Li berhasil mendapatkan anaknya kembali.

Peristiwa itu yang menjadi alasannya membantu anak-anak terlantar dengan membuat panti asuhan.

"Saya sering melihat gadis berusia 5 atau 6 tahun berlarian di sekitar tambang. Ayahnya meninggal, ibunya melarikan diri, jadi saya membawa gadis itu ke rumah. Dia merupakan anak pertama yang saya adopsi," ujarnya, saat itu.

Dia melanjutkan untuk mengadopsi anak-anak lain dan akhirnya membuka panti asuhan yang diberi nama "Perkampungan Cinta".

Sejak itu namanya sering diliput media, termasuk soal dia berjuang melawan kanker dan menghabiskan seluruh kekayaannya.

Li mengeruk kekayaan dari dana sosial yang dikumpulkan selama bertahun-tahun hingga menjadi salah satu perempuan terkaya di Hebei. Dia membeli perusahaan pertambangan besi Pada 1996.

Jumlah anak yang diadopsinya mencapai 118 pada 2017. Pada tahun itu pemerintah menerima informasi dari masyarakat tentang kegiatan mencurigakan di tempat Li.

Pada Mei 2018, polisi mendapati Li memiliki lebih dari 20 juta yuan dan 20.000 dolar AS di rekening bank, serta mengoleksi kendaraan mewah seperti Land Rovers dan Mercedes Benz.

Polisi akhirnya menemukan bukti bahwa Li melakukan kegiatan ilegal sejak 2011.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda