Perempuan Iran Ramai-ramai Bakar Jilbab, Murka setelah Mahsa Amini Tewas Dipukuli Polisi Moral

Maria Christina Malau ยท Senin, 19 September 2022 - 18:38:00 WIB
Perempuan Iran Ramai-ramai Bakar Jilbab, Murka setelah Mahsa Amini Tewas Dipukuli Polisi Moral
Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)

TEHERAN, iNews.id - Sejumlah perempuan di Iran ramai-ramai membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk kemarahan mereka atas kematian Mahsa Amini. Perempuan berusia 22 tahun itu diduga dipukuli oleh polisi moral hingga tewas karena mengenakan hijab dengan cara yang salah, Jumat (16/9/2022).

Video aksi perempuan memotong rambut, melepas dan membakar jilbab ini viral di media sosial setelah diposting oleh seorang jurnalis perempuan Iran, Masih Alinejad dalam akun Twitternya @AlinejadMasih. Dalam video berdurasi 36 detik itu, tampak sejumlah perempuan secara terpisah memotong rambut dengan raut wajah marah. Beberapa orang membakar jilbabnya di jalan.

"Sejak usia tujuh tahun, jika kami tidak menutup kepala kami, kami tidak akan bisa pergi ke sekolah atau mendapat pekerjaan. Kami muak dengan rezim apartheid gender ini," kata Masih Alinejad dalam cuitannya di Twitter, dikutip iNews.id, Senin (19/9/2022).

Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)
Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)

Selain membakar jilbab, sejumlah perempuan di Iran juga turun ke jalan setelah kematian Mahsa Amini. Mereka meneriakkan agar para perempuan tidak takut dan bersatu.

"Para perempuan pemberani ini turun ke jalan setelah Mahsa Amini dibunuh oleh polisi berhijab. Mereka melantunkan: "Jangan takut, kita semua bersatu," tulis Masih Alinejad.

Masih Alinejad mengatakan, pasukan keamanan menembaki para pengunjuk rasa. Beberapa perempuan terluka, tapi itu tidak membuat mereka menyerah.

"Orang-orang tidak akan menyerah," tulis Masih Alinejad.

Reuters sebelumnya melaporkan, protes pecah di Iran bagian barat pada Sabtu (17/9/2022), saat pemakaman Mahsa Amini yang tewas setelah ditahan oleh polisi moral demi menegakkan aturan jilbab yang ketat. Pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda