Perempuan Kulit Hitam Ini Diabadikan sebagai Nama Kantor Pusat NASA, Siapa Dia?

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 13:36 WIB
Perempuan Kulit Hitam Ini Diabadikan sebagai Nama Kantor Pusat NASA, Siapa Dia?

Mary Jackson (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Badan antariksa Amerika Serikat NASA memberi nama gedung kantor pusat di Washington DC dengan peneliti perempuan kulit hitam, Mary Jackson.

Mary merupakan insinyur perempuan kulit hitam pertama di NASA dan berperan penting membantu astronot AS mencapai ruang angkasa.

Pejabat NASA Jim Bridenstine mengatakan, badan antariksa akan terrus memberikan apresasi kepada para peneliti yangt sejarahnya telah lama diabaikan.

"Hari ini, kami dengan bangga mengumumkan gedung Kantor Pusat NASA Mary W Jackson. Nama itu tepat beraa di 'Hidden Numbers Way', untuk mengenang bahwa Mary merupakan satu dari banyak profesional luar biasa dan berbakat dalam sejarah NASA yang berkontribusi pada kesuksesan badan kata Bridenstine, dikutip dari The New York Times, Kamis (25/6/2020).

Sementara itu putri Mary, Carolyn Lewis, merasa terhormat dengan keputusan NASA menggunakan nama ibunya.

"Dia merupakan seorang ilmuwan, sosok humanis, istri, ibu, sekaligus perintis yang membuka jalan bagi ribuan orang untuk mencapai sukses, tidak hanya di NASA, tapi di penjuru negeri ini," kata Lewis, dalam pernyataan.

Lahir di Hampton, Virginia, Mary lulusan dari Hampton Institute (sekarang Hampton University) pada 1942 setelah mengambil jurusan matematika dan ilmu fisika.

Pada 1951, dia mulai bekerja di Komite Penasihat Nasional untuk Aeronautika, organisasi yang kemudian berubah menjadi NASA. Dia bekerja di Unit Komputasi Area Barat.

Mary mulai bekerja d bagian terowongan 4x4 bertekanan supersonik setelah berubah menjadi NASA, sekaligus menjadi insinyur perempuan kulit hitam pertama di badan antariksa tersebut.

Selain prestasi di bidang profesi, dia dikenal dengan dedikasinya untuk mengangkat derajat perempuan di bidang ilmiah.

Mary pensiun dari NASA pada 1985 dan meninggal di tahun 2005.

Editor : Anton Suhartono