Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah
Advertisement . Scroll to see content

Peringatan Jenderal Iran kepada AS: Jangan Gegabah, Pembalasan Kami Lebih Menyakitkan!

Selasa, 27 Januari 2026 - 03:02:00 WIB
Peringatan Jenderal Iran kepada AS: Jangan Gegabah, Pembalasan Kami Lebih Menyakitkan!
omandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mayjen Mohammad Pakpour menegaskan siap membelas jika negaranya diserang oleh militer AS dan Israel (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengerahan armada tempur ke kawasan Timur Tengah. 

Menanggapi langkah tersebut, jenderal senior Iran melontarkan peringatan keras agar Washington tidak bertindak gegabah karena pembalasan Teheran dipastikan akan menyakitkan.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menegaskan, Iran siap merespons secara langsung apabila negaranya diserang oleh militer AS maupun Israel. Dia menekankan, pasukan Iran kini berada dalam kondisi siaga penuh.

“Jari pasukan kami sudah berada di pelatuk. Jika ada agresi, perlawanan sengit akan dilakukan dan dampaknya akan sangat besar bagi para musuh,” ujar Pakpour, dikutip dari RT, Senin (26/1/2026).

Menurut dia, AS dan Israel harus mempertimbangkan dengan matang setiap langkah militer yang diambil. Pakpour mengingatkan, tindakan gegabah hanya akan berujung pada “takdir yang menyakitkan dan disesalkan” bagi pihak yang memulai serangan.

Pernyataan keras dari Teheran muncul setelah Trump mengonfirmasi bahwa armada tempur AS tengah bergerak menuju Timur Tengah. Langkah tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan operasi militer terhadap Iran, menyusul ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran dengan alasan kerusuhan besar yang melanda negara tersebut sejak akhir Desember 2025. Demonstrasi yang dipicu gejolak ekonomi itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 5.000 orang, meski otoritas Iran menyatakan situasi kini telah terkendali.

Pejabat Iran menuding AS dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut dan menyebut para pelaku sebagai kelompok teroris. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut