Peringatan WHO: Belum Saatnya Negara Hentikan Langkah Penanggulangan Covid-19

Antara ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 19:31 WIB
Peringatan WHO: Belum Saatnya Negara Hentikan Langkah Penanggulangan Covid-19

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk melanjutkan berbagai upaya penanggulangan virus corona (Covid-19), bukan malah memperlonggar pembatasannya. Menurut Badan PBB itu, pandemi corona memburuk secara global dan belum mencapai puncaknya di Amerika Latin.

“Lebih dari enam bulan, ini bukan saatnya bagi negara mana pun untuk menghentikan upaya penanggulangan virus corona,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Selasa (9/6/2020).

Lebih dari 136.000 kasus baru dilaporkan di seluruh dunia pada Minggu (7/6/2020). Ini adalah lonjakan harian kasus infeksi Covid-19 paling banyak secara global sejauh ini. Hampir 75 persen dari kasus Covid-19 itu dilaporkan dari 10 negara, sebagian besar di Amerika dan Asia Selatan.

“Kita perlu fokus sekarang untuk mencegah puncak gelombang kedua,” ucap ahli kegawatdaruratan terkemuka dari WHO, Dr Mike Ryan.

Dia juga menuturkan, infeksi di negara-negara Amerika Tengah termasuk Guatemala masih meningkat. Epidemi di negara-negara itu juga terbilang kompleks.

“Saya pikir ini adalah saat yang sangat memprihatinkan,” kata Ryan sambil menyerukan kepemimpinan pemerintah yang kuat dan dukungan internasional untuk kawasan itu.

Brasil saat ini menjadi salah satu wilayah tertinggi dengan kasus Covid-19, dengan jumlah kasus terkonfirmasi kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Jumlah kematian pasien corona di negeri samba pada pekan lalu pun telah melampaui Italia.

Ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove mengatakan, pendekatan komprehensif sangat penting dalam penanganan pandemi di Amerika Selatan. Lebih dari 7 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global dan lebih dari 400.000 orang di antaranya telah meninggal. “Kita masih jauh dari berakhirnya pandemi,” kata van Kerkhove.

Editor : Ahmad Islamy Jamil