Peristiwa Sejarah Hari Ini 26 Juli: Lahirnya FBI dan Gempa Yugoslavia Tewaskan 1.000 Orang
JAKARTA, iNews.id - Peristiwa sejarah pada 26 Juli yang terjadi di dunia cukup banyak. Mulai dari lahirnya FBI, gempa bumi dahsyat yang menewaskan seribuan orang, hingga merdekanya Maladewa.
Di Indonesia, salah satu kejadian yang tercatat adalah kelahiran penyair kenamaan, Chairil Anwar.
FBI (Federal Bureau of Investigation) atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat bermula dari dibentuknya sekelompok penyelidik federal baru untuk Departemen Kehakiman oleh Jaksa Agung Charles Joseph Bonaparte.
Setelah sempat diubah menjadi Biro Investigasi, nama biro tersebut kemudian menjadi Biro Investigasi Federal pada 1935. Pihak FBI menyatakan bahwa tanggal 26 Juli 1908 adalah tanggal lahirnya organisasi tersebut.
Chairil Anwar, penyair kenamaan Indonesia, lahir di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Ia termasuk pelopor sastrawan Angkatan ’45 dan telah banyak menghasilkan karya.
Setidaknya, ada 90 karya, termasuk 70 puisi, yang ditelurkan Chairil. Salah satu yang terkenal adalah karya puisinya berjudul “Aku”, yang dari situlah Chairil mendapat julukan “Si Binatang Jalang”. Chairil Anwar wafat pada 28 April 1949, saat usianya belum genap 30 tahun.

Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menguasai dan menasionalisasi Terusan Suez. Sebelumnya, Terusan Suez berada di bawah kontrol Inggris-Prancis. Akibat nasionalisasi tersebut, pasukan Israel, Inggris, dan Prancis sempat menduduki beberapa bagian Mesir.
Mereka akhirnya meninggalkan negara tersebut setelah mendapat desakan dari Amerika Serikat, Uni Soviet, dan PBB. Pada Maret 1957, Mesir membuka Terusan Suez untuk pengiriman komersial.
Gempa Bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang Yugoslavia, tepatnya di Skopje, Makedonia Utara (dulu bagian Republik Federal Sosialis Yugoslavia). Peristiwa ini menewaskan 1.070 orang, lebih dari 3.000 orang mengalami luka-luka, dan merusak 80 persen kota.
Wartawan The New York Times mengatakan bahwa Skopje bagaikan terkena bom, saat ia melihat kota tersebut dari pesawat.

Setelah menjadi protektorat Kerajaan Inggris selama 77 tahun, Maladewa (Maldives) mendapatkan kemerdekaannya pada 26 Juli 1965.
Tiga tahun setelah kemerdekaannya, Maladewa menjadi negara republik. Hari Kemerdekaan Maladewa setiap 26 Juli ditetapkan sebagai hari libur nasional dan diperingati masyarakat Maladewa dengan berbagai kegiatan yang meriah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq