Melihat Lebih Dekat Koenokoeni Hotel Semarang, Padukan Sejarah dengan Pengalaman Kontemporer
JAKARTA, iNews.id - Semarang adalah kota yang gemar menyimpan cerita. Dari gang-gang di Kota Lama, rumah-rumah tua di kawasan atas, sampai benda-benda yang diam tapi seolah menyimpan suara masa lalu. Di tengah lanskap kota yang terus berubah itu, KoenoKoeni Hotel Semarang hadir dengan pendekatan yang pelan, seolah mengajak tamu untuk tidak terburu-buru.
Ya, hotel ini tidak lahir dari konsep perhotelan pada umumnya. Akar KoenoKoeni justru bermula dari sebuah kafe galeri di Semarang, tempat koleksi benda-benda antik diperlakukan bukan sebagai dekorasi, melainkan sebagai penutur cerita. Dari sana, gagasan tentang ruang yang menghargai ingatan tumbuh, lalu perlahan diterjemahkan ke dalam skala yang lebih besar.
KoenoKoeni Hotel Semarang dirancang sebagai ruang peralihan antara masa lalu dan masa kini. Di area publiknya, jejak sejarah hadir dalam bentuk detail, mulai dari koleksi hingga elemen desain yang mengundang tamu untuk berhenti sejenak dan memperhatikan. Sementara itu, area privatnya justru terasa modern, tenang, dan bersih, seperti jeda yang dibutuhkan setelah menyusuri cerita panjang.

Hotel dengan 111 kamar ini menawarkan dua tipe ruang, yaitu Deluxe Room seluas 35 meter persegi dan Executive Room seluas 70 meter persegi. Ukurannya cukup lapang untuk beristirahat tanpa distraksi berlebihan. Dari jendela, Semarang terbentang dalam berbagai rupa, kota yang padat, Gunung Ungaran di kejauhan, hingga garis pantai yang samar namun menenangkan.
Ritme menginap di KoenoKoeni juga dibentuk lewat ruang-ruang komunalnya. Ada restoran Roepa Rasa sebagai restoran all-day dining, Sapa Rasa di area lobi untuk singgah sebentar, hingga Soeara Langit, restoran dan bar di area rooftop yang membuka panorama kota dari ketinggian.
Fasilitas pendukung lain seperti kolam renang indoor, spa, pusat kebugaran, hingga area bermain anak melengkapi perjalanan tamu dari pagi hingga malam. Semua terasa ditempatkan untuk menemani waktu, bukan mengejarnya.