Pernikahan Tak Disetujui, Perempuan Muda Ini Tewas Dibakar Saudara

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 14:00 WIB
Pernikahan Tak Disetujui, Perempuan Muda Ini Tewas Dibakar Saudara

Ilustrasi manusia dibakar hidup-hidup. (Foto: Shutterstock)

TEHERAN, iNews.id – Seorang perempuan muda berusia 18 tahun di Iran meninggal karena luka bakar kritis setelah saudara laki-lakinya membakar rumah mereka. Aksi pembakaran itu buntut dari ketidaksetujuan pelaku atas pernikahan korban dengan pria yang tidak dia suka.

Korban telah dirawat di rumah sakit selama sepekan dan akhirnya meninggal karena luka bakar parah pada Selasa (26/5/2020) lalu, menurut media setempat. Insiden itu terjadi di Kota Rasht, Provinsi Gilan, Iran.

Saudara laki-laki korban menentang pernikahannya. Ketika pelaku gagal mencegah pernikahan itu, dia lantas membakar rumah yang ditempati korban dan suaminya pada saat itu, demikian Kantor Berita IRNA mengutip keterangan dari seorang pejabat polisi setempat.

Pelaku ditangkap dan berkas perkaranya telah diserahkan kepada otoritas pengadilan di Kota Rasht. “Terdakwa menyatakan dalam pernyataannya bahwa motif kejahatannya adalah ketidaksetujuannya terhadap pernikahan saudara perempuannya dan perbedaan usia 12 tahun antara korban dan suaminya,” kata Kolonel Polisi Majid Rasoulzadeh-Farsad, dikutip Alarabiyah, Kamis (28/5/2020).

Perempuan malang itu dan suaminya menderita luka bakar dan dibawa ke rumah sakit. Tidak ada keterangan detail tentang kondisi suami korban.

Sebelumnya, di Iran juga muncul berita tentang pemancungan seorang gadis berusia 13 tahun oleh ayahnya. Pembunuhan itu dilakukan sang ayah dengan dalih demi menjaga kehormatan keluarga. Kejadian itu berlangsung di provinsi yang sama pada Selasa lalu dan memicu kemarahan rakyat Iran secara nasional.

Jumlah kasus pembunuhan demi kehormatan di Iran tidak diketahui pasti. Pada 2014, Hadi Mostafaei, seorang pejabat senior kepolisian saat itu, mengatakan bahwa pembunuhan demi kehormatan mencapai 20 persen dari total kasus pembunuhan di negara itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil