Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
Advertisement . Scroll to see content

Pernyataan Lengkap Wali Kota Athena Rujak Dubes Israel soal Genosida di Gaza

Selasa, 05 Agustus 2025 - 13:14:00 WIB
Pernyataan Lengkap Wali Kota Athena Rujak Dubes Israel soal Genosida di Gaza
Wali Kota Athena Haris Dukas melontarkan kritik tajam kepada Dubes Israel untuk Yunani, Noam Katz, yang memprotes maraknya grafiti antisemit (Foto: Thisisathens)
Advertisement . Scroll to see content

ATHENA, iNews.id – Wali Kota Athena, Yunani, Haris Dukas melontarkan kritik tajam kepada Duta Besar (Dubes) Israel untuk Yunani, Noam Katz, yang memprotes maraknya grafiti antisemit di ibu kota. 

Dalam pernyataan menohok, Dukas menyebut Israel tidak layak mengajarkan demokrasi kepada siapa pun selagi masih membombardir warga sipil di Jalur Gaza.

Komentar itu dilontarkan sebagai respons atas tudingan Katz yang menyebut Pemerintah Kota Athena gagal menangani grafiti antisemit yang menurutnya membuat komunitas Yahudi merasa tidak nyaman. Namun bagi Dukas, keberatan Katz soal coretan tembok justru terlihat ironis di tengah tragedi kemanusiaan besar yang sedang terjadi di Gaza.

Dukas menegaskan Athena adalah kota demokrasi yang menghormati kebebasan berekspresi dan hak semua pendatang. Namun dia juga mengingatkan bahwa demokrasi sejati bukan datang dari pihak yang melakukan pembunuhan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak yang sedang antre makanan.

"Sebagai otoritas kota, kami aktif menentang kekerasan dan rasisme. Tapi kami tidak akan menerima pelajaran demokrasi dari mereka yang menyebabkan puluhan orang tewas di Gaza setiap hari, akibat bom, kelaparan, dan kehausan," kata Dukas, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (5/8/2025).

Grafiti vs Genosida: Prioritas yang Dipertanyakan

Sindiran Dukas memicu gelombang dukungan dari berbagai pihak yang menganggap Israel terlalu sibuk mempermasalahkan simbol, seperti grafiti, ketimbang realita yang lebih mendesak, yakni warga Gaza menderita akibat perang berkepanjangan.

Data terbaru mencatat 175 warga Gaza meninggal karena kelaparan, termasuk 93 anak-anak, sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023. Korban bertambah secara drastis dalam sebulan terakhir di tengah blokade dan serangan militer. 

Dukas mempertanyakan moralitas seorang diplomat yang lebih peduli pada cat dinding ketimbang anak-anak yang mati kelaparan.

Pernyataan keras Dukas kini viral di media sosial, dianggap sebagai salah satu suara paling lantang dari Eropa yang berani menyentil kemunafikan politik luar negeri Israel secara langsung.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut