Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Kaji Laporan Koalisi Sipil terkait Kejahatan Genosida Israel di Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Perpecahan di Israel Semakin Kentara gegara Militer Gagal Bebaskan Sandera di Gaza

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 09:28:00 WIB
Perpecahan di Israel Semakin Kentara gegara Militer Gagal Bebaskan Sandera di Gaza
Kegagalan Israel memaksa Hamas membebaskan sandera di Gaza mulai memicu perpecahan serius di tubuh pemerintahan dan militer Zionis (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Kegagalan Israel dalam memaksa Hamas membebaskan para sandera di Gaza tampaknya mulai memicu perpecahan serius di tubuh pemerintahan dan militer. Tekanan politik yang terus meningkat terhadap Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, memperlihatkan retaknya hubungan antara elite militer dan pimpinan politik, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, Zamir mempertimbangkan untuk mengundurkan diri jika negosiasi pembebasan sandera dengan Hamas mandek. 

Kepala militer Israel itu merasa frustrasi karena terus-menerus dibebani tanggung jawab tanpa dukungan politik yang konkret, terutama setelah upaya militer dan diplomatik untuk memulangkan sandera menemui jalan buntu.

Perselisihan antara militer dan para pemimpin politik dikabarkan telah mencapai titik kritis. Salah satu titik panas adalah kegagalan operasi-operasi militer di Gaza yang tidak menghasilkan terobosan berarti, terutama dalam membebaskan sandera. 

Sementara itu, perundingan di Doha, Qatar, juga tidak membuahkan hasil, membuat tekanan publik dan politik terhadap militer semakin besar.

Keretakan ini bahkan menyeruak ke ruang rapat kabinet. Beberapa menteri dikabarkan melontarkan komentar yang merendahkan peran militer, membuat situasi di internal pemerintahan makin panas. 

Zamir dilaporkan menyampaikan ketidaksenangannya dalam forum tertutup, menilai bahwa pemerintah tidak memberikan arahan strategis yang jelas soal masa depan operasi militer di Gaza.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut memilih bungkam atau menyampaikan pernyataan yang tidak menunjukkan komitmen tegas terkait masa depan perang. Sikap ambigu itu membuat kalangan militer merasa ditinggalkan menghadapi beban konflik sendirian.

Stasiun televisi Channel 12 melaporkan, Zamir kini berada dalam dilema berat. Di satu sisi, dia terdesak oleh kegagalan operasi dan tekanan politik, namun di sisi lain masih memegang tanggung jawab sebagai panglima tertinggi IDF dalam situasi perang yang belum usai.

Perpecahan yang kini mencuat antara militer dan pemerintahan Netanyahu bukan hanya soal strategi, tapi menyangkut legitimasi dan kepercayaan. Ketegangan ini berpotensi menambah kerumitan politik domestik Israel, yang sudah diguncang gelombang kritik dari keluarga sandera, oposisi, dan komunitas internasional atas kelanjutan perang di Gaza tanpa solusi yang jelas.

Jika pengunduran diri Zamir benar terjadi, ini akan menjadi sinyal paling jelas bahwa struktur kekuasaan di Israel tengah berguncang hebat, tanda bahwa konflik internal kini tidak kalah tajam dibanding konflik eksternal.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut