Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Mulai Sabtu 28 September

Anton Suhartono ยท Jumat, 27 September 2019 - 10:50 WIB
Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Terbitkan Visa Turis Mulai Sabtu 28 September

Pemandangan Kota Riyadh di malam hari, Saudi mulai tawarkan aplikasi visa turis pada 28 September 2019 (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Pemerinah Arab Saudi, Jumat (27/9/2019), menegaskan akan mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya. Ini merupakan upaya negara Teluk tersebut untuk menambal pemasukan negara dari sektor pariwisata dan mengurangi kebergantungan dari minyak.

Pengumuman ini disampaikan dua pekan setelah dua fasilitas minyak Aramco menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang memaksa negara itu memangkas produksi hingga setengahnya. Kondisi tersebut turut berimbas mengurangi pasokan minyak global sebesar 5 persen.

"Keterbukaan Arab Saudi bagi turis internasional merupakan momen bersejarah bagi negara kami," kata kepala otoritas pariwisata Ahmed Al Khateeb, dikutip dari AFP.

"Para pengunjung akan terkejut dengan berbagai harta karun yang akan kami bagikan, lima Situs Warisan Dunia UNESCO, budaya lokal yang semarak, serta keindahan alam yang menakjubkan," kata Khateeb, melanjutkan.

Saudi, kata Khateeb, akan membuka aplikasi visa turis untuk warga dari 49 negara mulai Sabtu (28/9/2019).

Selain itu, Saudi akan melonggarkan aturan berpakaian bagi perempuan asing, sehingga memungkinkan mereka untuk bepergian tanpa mengenakan abaya. Namun penggunaan abaya masih berlaku bagi perempuan lokal.

Namun Khateeb tak menjelaskan secara detail sejauh mana batasan pakaian yang masih diperbolehkan untuk digunakan oleh perempuan asing.

Pada tahun lalu, Saudi mulai mengeluarkan visa sementara kepada pengunjung untuk menghadiri acara olahraga dan budaya sebagai pemanasan.

Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) melakukan perubahan besar-besaran untuk mewujudkan Visi 2030, untuk menjadikan Saudi sebagai negara lebih ramah dengan masyarakat luar. Sejak 2 tahun terakhir, Saudi mengubah aturan yang mengekang, termasuk diperbolehkannya perempuan menyetir, hadir di stadion untuk menonton pertandingan olahraga, serta dalam bidang pekerjaan. Bioskop juga sudah diperbolehkan.

Ditargetkan, pada 2030 lokasi-lokasi wisata di Saudi mampu menarik hingga 100 juta kunjungan per tahun oleh wisatawan domestik maupun asing.

Saudi telah menginvestasikan miliaran dolar AS untuk membangun industri pariwisata dari nol. Pada 2017, kerajaan mengumumkan proyek multi-miliar dolar untuk mengubah 50 pulau dan situs alami lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah.


Editor : Anton Suhartono