Pertama Kali di Singapura, 1 Orang Kena Penyakit Langka Monkeypox

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 15:35 WIB
Pertama Kali di Singapura, 1 Orang Kena Penyakit Langka Monkeypox

Seorang pasien monkeypox di Republik Demokratik Kongo saat wabah pada 1997. (FOTO: CDC / BRIAN WJ MAHY)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura melaporkan kasus infeksi monkeypox (cacar monyet) pertama yang terjadi negara itu. Pasien pertama adalah warga negara Nigeria, berusia 38 tahun, yang tiba di Singapura bulan lalu.

Dilaporkan AFP, Jumat (10/5/2019), penyakit langka tersebut dibawa oleh pria Nigeria itu dari hewan. Dia diduga tertular virus monkeyfox saat memakan daging hewan liar di sebuah pesta pernikahan.

Penyakit monkeypox endemik di Afrika Tengah dan Barat. Gejalanya antara lain lesi pada kulit, demam, sakit otot, dan kedinginan atau menggigil.

Penularan biasanya melalui kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus dan kera dan terbatas di antara manusia. Ini biasanya tidak berakibat fatal, namun sangat jarang ditemukan.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), pria yang membawa virus itu tiba di Singapura pada 28 April. Dia mengalami gejala dua hari kemudian dan saat ini dikarantina di pusat penyakit menular National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

Dia dinyatakan dalam kondisi stabil.

Sebanyak 23 orang lain yang melakukan kontak dekat dengan pria itu juga telah dikarantina dan akan dipantau selama 21 hari.

"Meskipun risiko penyebarannya rendah, Kementerian Kesehatan mengambil tindakan pencegahan," kata kementerian itu.

Pria itu diketahui tinggal di Hotel 81 Orchid, 21 Lorong Geylang, sebelum dirawat di rumah sakit. Dia juga sempat menghadiri sebuah lokakarya di Jalan 3 Church, Singapura pada 29-30 April.

Pada 30 April itu, dia mengalami demam, nyeri, kedinginan, dan ruam kulit kata kementerian. Lalu dia berada di dalam hotelnya pada 1-7 Mei 2019.

Sang pasien kemudian di bawa ke Rumah Sakit Tan Tock Seng dengan ambulans pada 7 Mei, dan dirujuk ke NCID pada hari yang sama.

"Pasien melaporkan sebelum kedatangannya di Singapura, ia sempat menghadiri pernikahan di Nigeria. Ia mungkin telah mengkonsumsi daging binatang liar (di pernikahan itu), yang bisa menjadi sumber penularan virus monkeypox," lanjut kementerian itu.

Di luar Afrika, infeksi moneypox pada manusia hanya pernah dilaporkan sebelumnya di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.

Singapura, negara-kota kecil namun makmur yang bergantung pada perdagangan dan pariwisata, melakukan tindakan pencegahan maksimal terhadap penyakit menular setelah dihantam keras oleh wabah virus SARS 2003.

Penyakit ini menewaskan 33 orang di Singapura, menimbulkan kerugian besar pada perekonomian dan menekan jumlah pengunjung internasional.


Editor : Nathania Riris Michico