Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Kotbah Online Setelah Seluruh Italia Diisolasi

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 22:06 WIB
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Kotbah Online Setelah Seluruh Italia Diisolasi

Seorang perempuan berdoa berlutut di depan Lapangan Santo Petrus yang kosong ketika Paus Fransiskus memberikan audiensi umum mingguannya melalui video, setelah Vatikan menutup lapangan dan Basilika karena korona. (FOTO: REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

VATICAN CITY, iNews.id - Paus Fransiskus menggelar audiensi umum secara virtual pertama kalinya, Rabu (11/3/2020) di tengah wabah virus korona. Dia menyampaikan terima kasih kepada staf medis dan mendesak dunia tidak melupakan penderitaan para pengungsi Suriah.

Sebagian besar audiensi umum Paus diadakan di Lapangan Santo Petrus dan menarik perhatian puluhan ribu orang.

Namun lapangan itu kosong pada Rabu ketika Vatikan, yang dikelilingi oleh Roma, turut diisolasi guna menghentikan penyebaran virus korona, dengan melarang pertemuan publik.

Paus dan 10 pastor, beberapa di antaranya menerjemahkan kata-katanya ke dalam bahasa lain, semuanya duduk dalam perpustakaan kepausan resmi. Audiensi itu ditayangkan di internet dan disiarkan langsung di televisi.

"Saya merasa dekat dengan semua orang sakit yang tertular virus dan menderita penyakit dan banyak orang yang menderita ketidakpastian," kata Paus Fransiskus, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (11/3/2020).

Paus berusia 83 tahun itu berterima kasih kepada staf medis dan sukarelawan yang bekerja di tengah situasi sulit saat ini.

Italia adalah negara yang terkena dampak terburuk di dunia setelah China. Saat ini ada sekitar 631 kematian dan 10.149 kasus korona dikonfirmasi.

Namun, berbicara tanpa kertas pidato, Paus mengatakan rasa sakit dan wabah ini seharusnya tidak membuat dunia melupakan pengungsi Suriah di perbatasan Yunani-Turki.

"Mereka adalah orang-orang yang menderita selama bertahun-tahun. Mereka harus melarikan diri dari perang, kelaparan, dan penyakit. Jangan lupakan saudara-saudari kita, begitu banyak anak yang menderita di sana," katanya.

Paus juga berterima kasih kepada orang-orang percaya dari semua agama yang berdoa untuk mengakhiri wabah ini.

"Semua bersatu, terlepas dari agama mana mereka berasal. Terima kasih yang tulus atas upaya ini," ujar dia.

Editor : Nathania Riris Michico