Pertama Kalinya Polisi Wanita Arab Saudi Bertugas dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 15:34 WIB
Pertama Kalinya Polisi Wanita Arab Saudi Bertugas dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Jamaah haji melakukan tawaf dengan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 (foto: AFP)

MEKAH, iNews.id - Polisi wanita (polwan) Arab Saudi untuk pertama kalinya ditugaskan membantu pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Mereka bergabung dengan pasukan keamanan Mekah selama rangkaian ibadah haji berlangsung.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan perempuan bergabung dengan dinas kepolisian dan militer. Penugasan polwan bersama petugas pria dalam pelaksanaan ibadah haji 2020 menunjukkan Arab Saudi yang semakin moderat.

"Ini merupakan sumber kebaggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal," kata Afnan Abu Husein, salah satu personel polwan yang ditugaskan di Mekah, dikutip dari Arab News, Kamis (30/7/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Urusah Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Sari Asiri, memastikan rangkaian ibadah haji tahun ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan bukan hanya ditujukan pada para jamaah, tetapi juga semua orang yang terlibat. Di lapangan, para petugas keamanan membantu petugas medis untuk memberikan perawatan bag jamaah serta terus mengingatkan jaga jarak dan memakai masker.

Selain itu, otoritas berwenang juga sudah melakukan proses seleksi yang sangat ketat sebelum pada jamaah datang di kota Mekah untuk memulai prosesi haji.

"Kami mengunjungi para jamaah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatan mereka, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel mereka di Mekah," ujarnya.

Para jamaah tengah bersiap menuju Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji yakni Wukuf pada Kamis (29/7/2020) waktu setempat atau Jumat (31/7/2020) di Indonesia. Pemerintah Arab Saudi sudah melengkapi fasilitas kesehatan di Arafah dengan klinik umum yang dikelola oleh dokter, konsultan medis, serta perawat berspesialisasi kasus gangguan kesehatan berat.

Pelaksanaan haji tahun ini hanya diikuti tak lebih dari 1.000 jamaah yang berasal dari wilayah Arab Suadi. Kebijakan ini diambil guna mencegah cluster baru di kalangan jamaah haji.

Editor : Arif Budiwinarto