Pertemuan Bersejarah Menlu UEA dan Israel di Monumen Pembantaian Yahudi

Arif Budiwinarto · Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:51:00 WIB
Pertemuan Bersejarah Menlu UEA dan Israel di Monumen Pembantaian Yahudi
Menlu Israel, Gabi Ashkenazi, Menlu Jerman Heiko Maas dan Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dalam kunjungan ke Holocaust Memorial di Berlin. (foto: AFP)Menteri Luar Negeri

BERLIN, iNews.id - Menteri Luar Negeri Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) melakukan pertemuan bersejarah pertama di ibu kota Jerman, Berlin. Dalam kesempatan itu, mereka juga menyempatkan diri mengunjungi Holocaust Memorial.

Menlu Israel, Gabi Ashkenazi bertemu pertama kalinya denga Menlu UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan setelah dua negara menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan pada September lalu di Amerika Serikat.

Didampingi Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Mass, kedua Menlu mengelilingi Holocaust Memorial yang dipenuhi lebih dari 27.00 balok beton abu-abu di area yang setara dengan tiga lapangan sepak bola.

Jerman membangun Holocaust Memorial untuk mengenang pembantaian enam juta orang Yahudi oleh rezim Nazi Adolf Hitler pada 1941 hingga 1945.

Kunjungan Shiekh Abdullah ke Holocaust Memorial merupakan langkah yang sangat simbolis, menandai pergeseran sikap negara Arab terhadap Israel dan Yahudi.

Konflik politik menyebabkan ketegangan sengit antara Islam dan Yudaisme, selain itu negara-negara Arab secara tegas menolak pengakuan Holocaust sebagai tragedi orang Yahudi.

Menlu Jerman, Heiko Mass menyambut gembira serta sangat mengapresiasi keputusan Menlu UEA dan Israel menjadikan Jerman lokasi pertemuan bersejarah mereka.

"Mata uang paling penting dalam diplomasi adalah kepercayaan dan saya secara pribadi berterima kasih kepada kedua kolega saya telah menempatkan kepercayaan ini di Jerman," ujar Mass dikutip dari AFP, Selasa (6/10/2020).

Mass menyebut normalisasi hubungan Israel dan UEA sebagai kabar baik dari Timur Tengah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan peluang bagi gerakan baru dalam dialog antara Israel dan Palestina.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan," katanya sambil menyuarakan kesiapan Uni Eropa untuk membantu.

Selama di Berlin, Menlu UEA dan Israel akan membahas mengenai langkah kerja sama dua negara untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Editor : Arif Budiwinarto