Peru Laporkan Kasus Kematian Pertama akibat Flurona, Pasien Belum Divaksin Covid
LIMA, iNews.id - Peru melaporkan kasus kematian pertama akibat Flurona, infeksi ganda virus flu dan corona. Pasien meninggal diketahui berusia 87 tahun yang memiliki penyakit bawaan dan belum mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 pun.
Peneliti Pusat Epidemiologi Nasional Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Peru, Cesar Munayco, mengatakan pasien tersebut merupakan satu dari tiga penderita flurona di negaranya. Dua kasus lainnya melibatkan anak di bawah umur dan seorang berusia 40 tahun yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 penuh.
Munayco menambahkan, mereka yang terinfeksi flurona mengalami gejala batuk, sakit tenggorokan, dan tak enak badan. Dia pun mendesak masyarakat untuk segera divaksin Covid-19 dan influenza karena bisa mengurangi risiko kematian.
"Penting untuk mempertimbangkan hal ini, karena saat ini kita mengalami wabah besar influenza H3N2 di hutan negara (Amazon), seperti Loreto, San Martin, Amazonas, dan Ucayali," kata Munayco, dikutip dari Xinhua, Sabtu (8/1/2022).
Peru mengumumkan gelombang ketiga kasus Covid-19 pada Selasa lalu, salah satunya dipicu varian Omicron yang pertama kali terdeteksi pada Desember. Sejauh ini Peru mengonfirmasi 309 kasus Omicron.
Sementara itu Flurona menimbulkan kekhawatiran publik yang luas atas potensi gejala dan dampak yang mungkin ditimbulkan akibat infeksi kedua virus secara bersamaan. Pada dasarnya kedua virus ini juga menyerang sistem pernapasan.
Flurona menjadi sorotan setelah seorang perempuan hamil berusia 30 tahunan di Israel dinyatakan terinfeksi kedua virus bersamaan pada Desember, kasus pertama di dunia. Dia mengalami gejala ringan dan menjalani perawatan menggunakan kombinasi obat Covid-19 dan flu. Hasilnya dia diperbolehkan pulang pada 30 Desember.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, influenza dan Covid-19 merupakan penyakit pernapasan yang memiliki gejala serupa yakni batuk, sakit tenggorokan, pilek, demam, dan sakit kepala. Kesamaan lain, kedua penyakit bisa menular melalui droplet dan aerosol saat penderita batuk atau bersin.
Editor: Anton Suhartono