Perusahaan Jepang Rampungkan Uji Coba Mobil Terbang Berawak
SkyDrive mulai dioperasikan pada 2012 oleh sejumlah anggota organisasi relawan bernama Cartivator. Perusahaan tersebut mulai mengembangkan mobil terbang pada 2014.
Tahun ini, SkyDrive menerima dana dari Bank Pembangunan Jepang dan beberapa investor lainnya. Selain SkyDrive, beberapa perusahaan yang juga sedang mengembangkan teknologi serupa antara lain Boeing dan Airbus, serta produsen mobil Toyota dan Porsche.
Pada Januari lalu, Hyundai dan Uber juga mengumumkan bahwa mereka berkolaborasi dalam mengembangkan “taksi udara” serbalistrik.
Analis Morgan Stanley mengatakan mereka memperkirakan taksi udara di kawasan perkotaan akan menjadi pemandangan umum pada 2040. Nilai pasar globalnya diproyeksikan menjadi 1,4 triliun dolar AS (20.365,8 triliun) hingga 2,9 triliun dolar AS (42.186,3 triliun) pada saat itu.
Akan tetapi, faktor keselamatan masih menjadi salah satu dari dua tantangan yang mencegah teknologi terebut digunakan secara luas untuk saat ini, kata asisten profesor teknik dan mekanik kedirgantaraan di University of Minnesota, Derya Aksaray. “Teknologi otonom yang aman untuk pesawat eVTOL masih dikembangkan,” ujarnya.