Pesan Pelaku Peledakan Terminal Bus New York untuk Trump

Anton Suhartono ยท Rabu, 13 Desember 2017 - 10:35 WIB
Pesan Pelaku Peledakan Terminal Bus New York untuk Trump

Apartemen Akayed Ullah di Dhaka (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id – Sebelum beraksi meledakkan bom di stasiun bus Port Authority New York, Akayed Ullah (27) menulis pesan di akun Facebook-nya.

Pesan itu ditujukan kepada Presiden Donald Trump yang berisi bahwa dia telah gagal melindungi negaranya. "Trump, Anda gagal untuk melindung negaramu."

Selain itu, Ullah juga meninggalkan pesan tertulis di rumahnya di Brooklyn berisi, "Oh Amerika, matilah dalam kemarahanmu."

Pada Selasa kemarin, dia dikenakan beberapa tuduhan terkait ledakan bom ini, yakni mendukung aksi terorisme serta membuat ancaman dan kejahatan senjata. Ullah sendiri masih dirawat di rumah sakit dan diperkirakan baru keluar pada Rabu ini.

Ullah tinggal di Brooklyn bersama ibu, saudara perempuan, dan dua suadara laki-lakinya. Dia masuk ke AS pada 2011. Pada 8 September lalu dia dan keluarganya pulang ke Bangladesh lalu kembali lagi pada 22 Oktober.

Dalam catatan pemeriksaan diketahui paham radikal mulai menghinggapi Ullah pada 2014, yakni terinspirasi dari aksi ISIS. Dia mengatakan kepada petugas Kepolisian New York (NYPD) bahwa aksinya itu dilakukan untuk ISIS. Ullah juga mengungkapkan kemarahannya atas kebijakan AS terhadap Timur Tengah.

Propaganda ISIS menghinggapinya dari tayangan di media sosial, termasuk anjuran menyerang AS jika tidak memungkinkan bergabung dengan ISIS ke Timur Tengah. Dia belajar membuat bom sejak tahun lalu dan menghabiskan waktu dua sampai tiga pekan untuk merencanakan serangan ini.

Dalam melakukan aksinya, dia memilih target spesifik di jalur pejalan kaki di bawah tanah terminal bus New York. "Dia menyeting bom di tempat itu dan pada waktunya. Itulah tempat di mana dia memutuskan untuk meledakkannya," kata seorang petugas NYPD.

Bom yang diikatkan di tubuhnya itu tidak meledak seperti yang diharapkan. Bahkan bubuk mesiu di dalam pipa tak cukup kuat membuat ledakan dahsyat untuk melontarkan baut serta pecahan pipa yang bisa menimbulkan daya rusak, termasuk menimbulkan korban. Bom diketahui meledak kecil saja, sebelum waktu yang ditentukan.

Deputi komisioner untuk intelijen dan kontraterorisme NYPD John Miller mengatakan, Ullah tak pernah memiliki catatan kriminal di Bangladesh maupun AS, apalagi terkait dengan aksi teror. Dia dipastikan bekerja seorang diri.

Sementara itu paman Ullah yang tinggal di Dhaka mengatakan, keponakannya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan saat pulang pada 8 September lalu. Dia tinggal di apartemen kecil di Hazribagh. Di apartemen yang juga ditinggali istri dan anaknya itu, Ullah hanya keluar dari rumah untuk salat di masjid.

Keluarga Ullah sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sedih dengan penyerangan di terminal bus New York. Namun keluarga juga mengkritik penanganan aparat penegak hukum terhadap Muslim.

Editor : Anton Suhartono