Pesawat Kiamat Rusia Batal Muncul di Parade Militer Hari Kemenangan, Ini Sebabnya
MOSKOW, iNews.id - Rusia batal menghadirkan pesawat kiamat Ilyushin Il-80 pada parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow, Senin (9/5/2022). Pembatalan ini disampaikan pada menit-menit terakhir akibat cuaca buruk di lokasi yang tak memungkinkan pesawat pusat komando perang nuklir itu melakukan terbang lintas.
Bukan hanya pesawat kiamat, parade jet-jet tempur yang biasa melakukan terbang lintas di peringatan ini juga dibatalkan. Terbang lintas serupa juga dibatalkan di St Petersburg dan kota-kota lain.
Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, peringatan akan dimeriahkan terbang lintas pesawat Il-80 untuk pertama kalinya sejak 2010. Pesawat itu akan membawa pemimpin Rusia jika terjadi perang nuklir untuk mengoordinasikan setiap keputusan.
Il-80 dirancang untuk menghadapi perang nuklir, dilengkapi teknologi canggih, termasuk bisa melindungi orang di dalamnya dari radiasi. Namun Rusia tak pernah mengungkap spesifikasinya.
Putin Bakar Semangat Pasukan Rusia di Ukraina, Singgung Kemenangan Soviet atas Nazi
Sementara itu parade dimeriahkan dengan 11.000 tentara yang berbaris melalui Lapangan Merah. Mereka berasal dari semua cabang angkatan bersenjata Rusia, termasuk pasukan elite udara, polisi militer, garda nasional, Cossack, dan taruna.
Setelah itu diikuti lebih dari 100 kendaraan lapis baja. Melintas paling depan tank T-34-85 yang bersejarah. Tank ini digunakan secara luas oleh pasukan Rusia di berbagai medan perang.
Rusia Akan Tampilkan Pesawat Kiamat di Peringatan Hari Kemenangan, Pesan Keras untuk Barat
Disusul kemudian kendaraan lapis baja Typhoon-K serta unit menara kendali jarak jauh Okhotnik (Hunter).
Senjata Rusia yang Bisa Menjadi Kiamat Dunia, Ada yang Bisa Ratakan Pulau
Kendaraan tempur infanteri lapis baja Kurganets-25 dilengkapi dengan modul senjata Epokha (Epoch) terbaru juga dihadirkan. Kendaraan ini bisa menghancurkan target dengan senjata dan roket.
Di antara tank lainnya yang melintas adalah T-90M Proryv (Breakthrough) yang canggih.
Wow, Kunjungan Joe Biden ke Eropa Dikawal Pesawat Kiamat Antisipasi Serangan Nuklir Rusia
Rusia juga memamerkan rudal sistem pertahanan S-400 yang mampu menyerang target udara pada jarak hingga 250 km. Selain itu ada pula rudal balistik antarbenua termonuklir Yars yang dapat menempuh jarak 10.000 km.
Editor: Anton Suhartono