Pfizer Beli Aplikasi Ponsel yang Bisa Deteksi Covid dari Suara Batuk Rp1,7 Triliun

Anton Suhartono ยท Minggu, 02 Oktober 2022 - 07:31:00 WIB
Pfizer Beli Aplikasi Ponsel yang Bisa Deteksi Covid dari Suara Batuk Rp1,7 Triliun
Pfizer beli aplikasi ponsel pendeteksi Covid-19 dari suara batuk (Foto: Reuters)

SYDNEY, iNews.id - Para ahli di Universitas Queensland, Australia, mengembangkan aplikasi telepon seluler (ponsel) yang bisa mendeteksi seseorang terpapar Covid-19 dari suara batuk. Perusahaan raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer tertarik dengan perangkat lunak itu dan membelinya.

Pfizer dilaporkan mengakuisisi aplikasi bernama ResApp Health itu seharga 179 juta dolar Australia atau sekitar Rp1,7 triliun. Harapannya, pendeteksian penyakit disebabkan virus corona tersebut bisa semakin mudah, tak perlu tes PCR atau antigen lagi.

ResApp Health bekerja menggunakan kecerdasan buatan dengan mendiagnosis berbagai penyakit pernapasan, seperti asma, pneumonia, dan bronkiolitis. Caranya dengan menganalisis suara batuk seseorang, baik spontan atau tidak. Selain itu aplikasi juga memperhitungkan gejala yang diderita seperti pilek atau demam saat diagnosis.

Berdasarkan hasil uji coba yang dimumkan awal tahun ini, akurasi dari aplikasi tersebut mencapai 92 persen dalam mengidentifikasi Covid-19 positif. Aplikasi juga memiliki tingkat akurasi 80 persen dalam mengidentifikasi kasus negatif. Ini sudah sejalan dengan aturan di Australia, alat tes cepat antigen yang disetujui harus memiliki tingkat akurasi minimal 80 persen.

Hasil Uji coba saat itu terhadap 741 orang menunjukkan, 446 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

RessApp Health diklaim cocok digunakan di bandara, stadion olahraga, serta fasilitas perawatan lanjut usia, yang membutuhkan skrining cepat dan efektif tanpa mengenakan biaya.

Sosok utama di balik ResApp Health adalah seorang ahli teknik biomedis Universitas Queensland, Udantha Abeyratne.

Menurut Abeyratne, seperti dilaporkan The Straits Times, ide membuat aplikasi tersebut muncul setelah Bill & Melinda Gates Foundation berminat mendanai teknologi untuk mendiagnosis pneumonia pada anak-anak di negara yang tidak memiliki akses luas terhadap kesehatan. Dia termasuk salah satu yang mendapat dana penelitian dari yayasan.

"Ketika seseorang batuk, paru-paru mereka terbuka ke atmosfer. Saluran itu memberikan banyak informasi tentang paru-paru mereka," kata Abeyratne.

Dia yakin teknologi aplikasi yang dibuatnya sangat bermanfaat di masa depan, termasuk di bandara serta untuk memantau penyakit pernapasan akibat dampak bencana alam, seperti banjir dan angin topan.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda