Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arab Saudi Blokir Uang Muka Haji 2027 Rp66,6 Miliar, RI Ajukan Keberatan
Advertisement . Scroll to see content

Pihak Bertikai Perang Yaman Sepakat Gencatan Senjata 2 Bulan, Dunia Memberi Apresiasi

Sabtu, 02 April 2022 - 05:59:00 WIB
Pihak Bertikai Perang Yaman Sepakat Gencatan Senjata 2 Bulan, Dunia Memberi Apresiasi
Pihak bertikai perang Yaman termasuk koalisi dipimpin Arab Saudi menyepakati gencatan senjata selama 2 bulan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ADEN, iNews.id - Pihak-pihak bertikai dalam konflik Yaman menyepakati gencatan senjata selama 2 bulan. Ini merupakan kali pertama dalam beberapa bulan, gencatan senjata dicapai setelah perang selama 7 tahun yang memicu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia.

Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi PBB, yakni antara koalisi dipimpin Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran, merupakan langkah paling signifikan untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang itu. 

Utusan khusus PBB Hans Grundberg mengatakan, gencatan senjata 2 bulan berlaku mulai Sabtu (2/4/2022) pukul 19.00 waktu setempat dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua pihak. Sabtu juga bersamaan dengan dimulainya puasa Ramadan di negara-negara Arab.

"Tujuan dari gencatan senjata ini untuk memberikan istirahat yang diperlukan bagi warga Yaman yang dari kekerasan, bantuan dari penderitaan kemanusiaan, dan yang paling penting berharap bahwa konflik ini mungkin diakhiri," kata Grundberg, seraya berharap gencatan senjata ini berlangsung permanen, dikutip dari Reuters.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut gembira gencatan senjata ini dan menekankan harus menjadi langkah pertama untuk mengakhiri perang yang menghancurkan.

Dia juga mendesak pihak bertikai untuk menciptakan peluang guna melanjutkan proses politik di Yaman yang inklusif dan komprehensif.

Poin dari kesepakatan ini adalah penghentian operasi militer, termasuk serangan lintas perbatasan. Selain itu memungkinkan kapal tanker memasuki pelabuhan Hodeidah yang dikuasai pemberontak Houthi. Hal yang tak kalah penting adalah penerbangan komersial diperbolehkan masuk dan keluar dari bandara di Ibu Kota Sanaa ke tujuan yang telah ditentukan di wilayah tersebut.

Para pihak bertikai juga sepakat untuk membahas pembukaan jalan di Taiz yang dikepung serta beberapa wilayah Yaman lainnya.

Pemerintah Yaman yang digulingkan oleh Houthi pada akhir 2014 sebelumnya mengatakan akan memfasilitasi pengaturan untuk pembebasan tahanan, membuka bandara Sanaa, dan mengizinkan kapal bahan bakar ke Hodeidah.

"Kami segera mengumumkan pelepasan dua kapal bahan bakar pertama melalui pelabuhan Hodeidah," kata Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmed Bin Mubarak.

Kepala juru runding Houthi, Mohammed Abdulsalam, juga menyambut baik gencatan senjata itu. Pejabat senior lainnya, Mohammed Ali Al Houthi mengatakan kredibilitas dari kesepakatan akan diimplementasikan.

Kopian kesepakatan gencatan senjata yang dilihat Reuters mengungkap, 18 kapal tanker akan diberikan akses selama periode gencatan senjata dan dua penerbangan setiap pekan dioperasikan dari Sanaa ke Yordania dan Mesir.

Koalisi yang dipimpin Saudi turut menyambut baik gencatan senjata. Pihaknya mendukung upaya PBB untuk mempertahankan kesepakatan tersebut. Koalisi mengintervensi perang Yaman sejak Maret 2015 untuk melawan Houthi. Sejak itu mengendalikan wilayah laut dan wilayah udara Yaman.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga menyambut baik gencatan senjata namun menegaskan kemajuan ini harus dipatuhi oleh pihak bertikai seraya mendesak agar mereka bekerja keras untuk mencapai perdamaian yang permanen.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut