Pilpres AS, Joe Biden Pertimbangkan Kamala Harris Jadi Wakilnya jika Menang Nominasi

Anton Suhartono ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 10:13 WIB
Pilpres AS, Joe Biden Pertimbangkan Kamala Harris Jadi Wakilnya jika Menang Nominasi

Joe Biden dan Kamala Harris saat debat pertama Demokrat (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertimbangkan Senator Kamala Harris sebagai wakilnya jika menang dalam nominasi Partai Demokrat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2020.

Perempuan kulit hitam yang merupakan lawan Biden dalam seleksi penjaringan capres dari Partai Demokrat itu menyatakan mundur dari pencalonan, Selasa (3/12/2019).

"Tentu saja saya mau. Senator Harris punya kapasitas untuk menjadi apa pun yang dia inginkan," kata Biden, di Iowa, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (5/12/2019).

"Dia solid. Dia bisa jadi presiden suatu hari nanti. Dia juga bisa jadi wakil presiden. Dia bisa menjadi hakim agung. Dia bisa menjadi jaksa agung. Maksud saya, dia punya kemampuan luar biasa," kata Biden, menambahkan.

Biden juga mengaku sudah berbicara dengan Kamala pada Selasa.

Perempuan 55 tahun itu mundur dalam pencalonan, salah satu alasannya adalah kegagalan timnya mengumpulkan dana yang cukup untuk kampanye.

Dia meninggalkan 15 kandidat lain dalam pertempuran memperebutkan satu posisi yang akan melawan Donald Trump dalam pemilihan yang akan berlangsung pada November 2020.

Kamala merupakan politikus Demokrat pengkritik keras Trump dan berulang kali menyerukan pemakzulan.

Trump berkomentar melalui cuitan setelah mengetahui mundurnya Kamala.

"Sayang sekali. Kami akan kehilangan Anda," kata Trump.

Kamala pun langsung menjawab, "Jangan khawatir Tuan Presiden. Sampai jumpa di persidangan (pemakzulan) Anda."

Performa Kamala dalam pencalonan menurun sejak masuknya nama baru yang punya banyak uang, sebut saja miliarder Michael Bloomberg. Setelah mengalami stagnasi di tempat ke-5 dalam polling atau dengan dukungan di bawah 4 persen, Kamala turun ke posisi 6 karena disodok oleh Bloomberg.

"Saya sudah melihat ini dari berbagai sudut dan akhirnya sampai pada salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya," kata perempuan 55 tahun asal California itu kepada para pendukungnya, melalui surat elektronik.

"Kampanye saya untuk pilpres tidak memiliki sumber keuangan memadai untuk dilanjutkan. Saya bukan miliarder. Saya tidak bisa mendanai kampanye sendiri," katanya, lagi.

Editor : Anton Suhartono