Pilpres Iran, Pertarungan Capres Garis Keras Loyalis Khamenei Vs Kubu Reformis
Sementara itu Khamenei, sosok yang sangat anti-Barat, belum menentukan dukungan kepada kandidat mana pun secara terbuka. Namun, dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, dia menyindir kelompok reformis.
"Orang yang berpikir bahwa kita tak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan Amerika, tidak akan bisa mengelola negara ini dengan baik," ujarnya.
Sementara itu penasihat Khamenei, Yahya Rahim Safavi, mendesak warga untuk memilih presiden yang memiliki pandangan tidak bertentangan dengan sikap sang pemimpin tertinggi.
“Rakyat harus memilih presiden yang menganggap dirinya sebagai orang kedua. Presiden tidak boleh menciptakan perpecahan,” kata Safavi.
Pemilu Iran digelar bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan dipicu perang Israel-Hamas. Selain itu tekanan negara Barat juga meningkat terkait kemajuan pesat program nuklir Iran.
Presiden Iran memiliki pengaruh besar dalam politik luar negeri. Meski demikian kekuasaan sesungguhnya berada di tangan pemimpin tertinggi. Dia yang membuat keputusan akhir mengenai masalah-masalah negara, termasuk kebijakan luar negeri atau nuklir, serta mengendalikan semua institusi pemerintahan, militer, media massa, serta sebagian besar sumber daya keuangan.
Editor: Anton Suhartono