Pilpres Mesir, Abdel Fattah Al Sisi Amankan Jabatan Presiden untuk Periode Ke-3
Sejak 10 tahun terkhir, pemerintah menerapkan tindakan keras terkait perbedaan pendapat. Dua pesaing Sisi dalam pilpres kali ini tidak seorang pun tokoh terkemuka. Sementara itu pesaing terkuat terpaksa menarik diri dari pencalonan pada Oktober dengan alasan mendapat teror.
Berlatar belakang militer, Sisi memimpin penggulingan Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada 2013.
Tokoh Ikhwanul Muslimin itu kemudian dipenjara sebelum meninggal karena sakit parah di bui. Kemudian dalam pilpres yang kontroversial pada 2018, Sisi menang dengan memperoleh 97 persen suara.
Sejak menjabat, dia mengontrol ketat dan memberlakukan tindakan keras mengincar para aktivis liberal sayap kiri serta kelompok Islam. Berbagai organisasi HAM menyebut pemerintahan Sisi telah mememnajarakan puluhan ribu orang.
Namun dia berdalih, tindakan keras diperlukan untuk menstabilkan Mesir dan melawan ekstremisme Islam.
Editor: Anton Suhartono