PM Imran Khan Peringatkan UU Anti-Muslim Bisa Picu Konflik Pakistan dan India

Anton Suhartono ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 18:40 WIB
PM Imran Khan Peringatkan UU Anti-Muslim Bisa Picu Konflik Pakistan dan India

Imran Khan (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan jutaan muslim India, terutama di Kashmir, bisa melarikan diri di bawah Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan yang disahkan pada Rabu pekan lalu.

Kondisi ini diperparah dengan penerapan jam malam di Kashmir yang masih berlaku sampai saat ini. India mencabut status otonomi penuh terhadap Kashmir memicu gejolak di wilayah berpenduduk mayoritas muslim tersebut.

Dia menyebut UU baru serta kondisi Kashmir tak hanya bisa memicu krisis pengungsi namun memengaruhi hubungan kedua negara.

"Kami khawatir bukan hanya krisis pengungsi, tapi juga menyebabkan konflik antara dua negara yang memiliki senjata nuklir," kata Imran Khan dalam pidatonya di Global Forum of Refugee di Jenewa, Swiss, Selasa (17/12/2019).

Dia menegaskan, Pakistan tak dapat menampung lebih banyak pengungsi lagi.

"Negara kami tidak akan dapat menampung lebih banyak pengungsi," seraya menegaskan dunia harus mengambil tindakan saat ini.

Seperti diketahui UU Amandemen Kewarganegaraan India menyudutkan umat Islam. Di dalamnya warga minoritas nonmuslim seperti Hindu, Budha, Kristen, Singh, dan lainnya, asal Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan bisa mendapat kewarganegaraan India dengan mudah.

Kondisi ini bisa memicu konflik dengan umat Islam yang sudah lebih dulu menetap di India, bahkan sejak beberapa generasi.

Unjuk rasa pecah di berbagai wilayah India untuk menentang UU ini termasuk New Delhi. Dilaporkan enam orang tewas dalam bentrokan polisi dan pengunjuk rasa sejak beberapa hari terakhir.


Editor : Anton Suhartono