PM Israel Netanyahu Siapkan Skenario Perang Melawan Iran
TEL AVIV, iNews.id - Israel akan melanjutkan perang di Jalur Gaza, Palestina, namun tetap bersiap menghadapi skenario di wilayah lain. Iran mengancam akan menyerang Israel sebagai pembalasan atas pengeboman terhadap kantor konsulatnya di Damaskus, Suriah, yang menewaskan tujuh perwira termasuk jenderal senior Garda Revolusi Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, siapa pun yang menyerang negaranya maka akan dibalas.
"Siapa pun yang mengganggu kami, kami akan ganggu mereka. Kami siap memenuhi semua kebutuhan keamanan Negara Israel, baik secara defensif maupun ofensif," katanya, dalam penyataan yang dikeluarkan kantor perdana menteri, Kamis (11/4/2024), seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, hukuman terhadap Israel harus terjadi terkait serangan di Damaskus.
3 Putra Pemimpin Hamas Ismail Haniya Tewas Dibom Israel saat Rayakan Idul Fitri
Presiden AS Joe Biden serta Menlu Antony Blinken buru-buru mengeluarkan pernyataan setelah itu bahwa negaranya akan mendukung Israel melawan Iran.
Israel menarik sebagian besar pasukannya dari Gaza sebagai persiapan untuk melakukan serangan darat terhadap Rafah di Gaza selatan, tempat berlindung sekitar 1,5 juta warga Palestina. Meski kekuatan di lapangan berkurang, Israel terus mengintensifkan serangan ke Gaza melalui udara.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei: Israel Harus Dihukum karena Serang Konsulat di Damaskus!
“Seolah-olah tentara pendudukan melancarkan perang baru. Ledakannya tidak henti-hentinya, suaranya datang dari berbagai arah,” ujar Raouf Abed (20), warga Deir Al Balah.
Setiap kali warga berharap ada gencatan senjata, kata dia, pasukan Zionis justru meningkatkan serangan seolah-olah mereka berusaha menekan Hamas.
Pertama Kali, Israel Gunakan Rudal Pertahanan C-Dome Cegat Drone Houthi
Serangan udara Israel ke kamp pengungsi Al Shati, Rabu (10/4/2024), menewaskan tiga putra serta empat cucu pemimpin Hamas Ismail Haniya. Namun Haniya menegaskan pembunuhan anggota keluarganya tak akan mengubah tuntutan gencatan senjata Hamas bahwa Israel harus hengkang dari Gaza.
Editor: Anton Suhartono