PM Morrison Akhirnya Akui Salah Terkait Penanganan Krisis Kebakaran Hutan di Australia

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 12 Januari 2020 - 22:52 WIB
PM Morrison Akhirnya Akui Salah Terkait Penanganan Krisis Kebakaran Hutan di Australia

Scott Morrison mengakui ada "beberapa hal yang seharusnya dapat saya tangani secara lebih baik". (FOTO: EPA)

SYDNEY, iNews.id - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengungkapkan penyesalannya terkait penanganan krisis kebakaran semak yang mengungkung negaranya. Morrison menghadapi kritik pedas terkait cara pemerintahannya merespon kebakaran semak dan kebijakan iklimnya.

Sejak September, kebakaran semak dan hutan menyebabkan kematian setidaknya 28 orang dan menghancurkan ribuan rumah.

Pada Minggu (12/1/2020), Morrison mengakui, "Ada hal-hal yang seharusnya dapat ditangani secara lebih baik di lapangan."

Dalam beberapa pekan terakhir, Morrison menerima sejumlah ekspresi penolakan yang ditunjukkan warga negaranya saat mengunjungi area terdampak di New South Wales (NSW) dan Victoria, dua negara bagian yang paling terdampak.

Di Kota Cobargo di NSW, seorang perempuan menuntut lebih banyak sumber daya bagi petugas pemadam kebakaran, sementara warga lain menghinanya "idiot" dan mengatakan, "Anda tidak akan mendapatkan suara di sini."

"Ini merupakan lingkungan yang sangat sensitif, mereka sangat sensitif," kata Morrison dalam wawancara dengan media Australia, ABC News.

"Perdana menteri juga manusia biasa saat berinteraksi dengan orang-orang ini."

Menyadari tekanan yang dihadapi petugas pemadam kebakaran, Morrison mengatakan ada keinginan baru agar pemerintah mengambil peran langsung dalam merespon bencana.

Morrison mengatakan dia akan mengajukan permohonan uji publik terhadap upaya penanganan krisis kebakaran.

Bulan lalu, Morrison dikritik karena pergi liburan ke Hawaii sementara kebakaran memburuk. Kemarahan publik memaksanya untuk kembali ke Australia lebih cepat dari rencana.

Pemerintahan Morrison dituduh tidak mengambil tindakan cukup untuk mengantisipasi perubahan iklim, yang menurut para pakar dapat meningkatkan intensitas, frekuensi, dan skala kebakaran.

Namun dalam wawancara tersebut, Morrison membela pendekatan yang diambil pemerintahannya, yang menurutnya sudah memperhitungkan dampak perubahan iklim terhadap kebakaran semak.

"Kita hidup di era di mana musim panas jadi lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering," katanya.

"Ini jelas merupakan dampak dari perubahan iklim."

Ditanya soal rencananya menurunkan emisi karbon, Morrison bersikukuh bahwa pemerintahannya sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target.

Sesuai dengan kesepakatan iklim Paris, Australia berkomitmen menurunkan emisi hingga 26 persen sampai 28 persen pada 2030 dibandingkan 2005.

Namun, Morrison mengatakan "solusi global" sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

Puluhan ribu orang di Australia turun ke jalan untuk berunjuk rasa terkait perubahan iklim Jumat lalu.

Di kota-kota seperti Sydney, Melbourne, dan Canberra, para pengunjuk rasa menekan pemerintahan Morrison untuk segara bergeser dari penggunaan minyak bumi.

Editor : Nathania Riris Michico