PM Norwegia Diperiksa Polisi gara-gara Pesta Ulang Tahun Langgar Aturan Covid
OSLO, iNews.id – Polisi Norwegia memeriksa Perdana Menteri Erna Solberg terkait pesta ulang tahun yang dia selenggarakan bulan lalu. Pesta itu diduga melanggar aturan jarak sosial Covid-19.
Jika terbukti bersalah, sang perdana menteri bisa didenda 10.000 krona Norwegia (Rp16,9 juta)
“Kami telah memulai penyelidikan dan sebagian dari ini melibatkan pemeriksaan perdana menteri. Kami telah mengambil inisiatif dan pemeriksaan telah dimulai, tetapi belum secara resmi berakhir,” kata polisi yang memimpin penylidikan tersebut, Inspektur Per Morten Sending, kepada Reuters, Selasa (23/3/2021).
Menurut dia, polisi sebisa mungkin menyelesaikan penyelidikan tersebut dalam minggu ini.
Erna Solberg, perdana menteri dua periode Norwegia itu telah meminta maaf karena merayakan ulang tahunnya yang ke-60 bersama 13 anggota keluarga di sebuah resor pegunungan. Padahal, Pemerintah Norwegia yang dia pimpin telah melarang acara yang dihadiri lebih dari 10 orang.
“Kami merencanakan makan malam di sebuah restoran, yang kami yakini sejalan dengan protokol kesehatan untuk mencegah virus corona. Acara itu digelar di sebuah restoran tempat kami memesan tiga meja terpisah dan tempat kami menjaga jarak,” kata Solberg kepada wartawan, Jumat (19/3/2021) lalu.
“Saya hanya bisa meminta maaf atas fakta bahwa kami tidak memahami bahwa ini, sebagaimana ditentukan oleh undang-undang, adalah sebuah peristiwa,” tuturnya.
Solberg sebelumnya berkeras memberlakukan aturan ketat untuk mengekang penyebaran Covid-19. Langkahnya tersebut mampu meningkatkan dukungan untuk Partai Konservatif yang dikendarainya dalam survei menjelang pemilu pada September mendatang.
Akan tetapi, infeksi virus corona di Norwegia kini mengalami peningkatan pesat—yang disebabkan oleh varian virus yang lebih menular. Para pejabat kesehatan pun memperingatkan bahwa rumah sakit di negara itu bisa saja menjadi kewalahan, jika wabah tak tertangani dengan tepat.
Pesta ulang tahun Solberg bulan lalu juga menuai kritik dari menteri kesehatannya sendiri, Bent Hoeie. Menurut sang menteri, acara semacam itu tak semestinya digelar Solberg.
Editor: Ahmad Islamy Jamil