Polisi China Tangkap Belasan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong, Diduga Hendak Lari ke Taiwan

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 21:02:00 WIB
Polisi China Tangkap Belasan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong, Diduga Hendak Lari ke Taiwan
Polisi China menangkap aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang berusaha kabur ke Taiwan. (foto: ist)

BEIJING, iNews.id - Otoritas keamanan China mencegat sebuah speedboat berisi belasan orang yang diduga hendak kabur dari Hong Kong ke Taiwan. Seorang aktivis pro-demokrasi Hong Kong diamankan dalam insiden tersebut.

Pencegatan itu dilakukan oleh patroli penjaga pantai China pada Jumat (28/8/2020). Media lokal Hong Kong melaporkan speedboat yang membawa 12 orang tengah dalam perjalanan menuju Taiwan.

Taiwan yang dikenal sebagai sebuah pulau dengan pemerintahan sendiri menawarkan perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari cengkaraman China yang otoriter di Hong Kong.

Dilansir dari AFP, dari 12 orang yang ditangkap dalam pencegatan tersebut termasuk Andy Li, aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang sempat ditangkap karena diduga berkolusi dengan pasukan asing.

Tindakan tersebut dianggap sebagai kejahatan di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru diberlakukan Beijing. Konsekuensinya, Li kemungkinan besar akan menghadapi hukuman seumur hidup.

Surat kabar pro-China, Wen Wei Po, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan orang lain di speedboat juga terlibat aksi demo anti-China yang melanda Hong Kong sepanjang tahun 2019.

Pemerintah China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional pada bulan Juni guna meredam protes aktivis pro-demokrasi.

Pemberlakukan undang-undang itu dianggap sangat membahayakan bagi kebebasan berekspresi rakyat Hong Kong. Masyarakat dilarang berkumpul, menjalin kerja sama dengan pihak asing, bahkan polisi Hong Kong tak segan merazia buku-buku yang dianggap membahayakan China.

Situasi tersebut mendorong beberapa aktivis pro-demokrasi Hong Kong melarikan diri ke Taiwan sebagai upaya menyelamatkan diri sekaligus menyusun rencana perlawanan dengan lebih aman.

Sebelum undang-undang baru diberlakukan sebagai tanggapan atas protes besar yang meletus sejak Juni 2019, polisi Hong Kong telah menangkap lebih dari 9.000 orang di antaranya lebih dari 600 orang dituduh melakukan kerusuhan, dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Setidaknya 50 mantan pengunjuk rasa Hong Kong telah mengajukan permohonan suaka di berbagai yuridiksi sebelum pandemi Covid-19 membatasi perjalanan internasional. Ratusan lainnya telah pindah ke Taiwan yang lebih demokratis.

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda