Polisi Jerman Tangkap 12 Orang yang Berencana Menyerang Kelompok Muslim

Anton Suhartono ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 19:03 WIB
Polisi Jerman Tangkap 12 Orang yang Berencana Menyerang Kelompok Muslim

Poisi Jerman menangkap 12 orang pro-sayap kanan yang merencanakan serangan terhadap kelompok muslim dan lainnya (Foto: AFP)

BERLIN, iNews.id - Kepolisian Jerman, Jumat (14/2/2020), menangkap 12 orang atas tuduhan mendirikan dan mendukung organisasi sayap kanan dengan tujuan menyerang politisi, pencari suaka, serta kalangan muslim.

Kantor Jaksa Penuntut Federal (GBA) menyatakan, empat orang di antaranya membentuk 'organisasi teroris' pada September 2019 dan para anggotanya bertemu secara rutin termasuk melalui forum online. Delapan orang lainnya ditahan karena mendukung dengan cara menyumbang dana dan senjata.

Disebutkan, para pelaku ingin menciptakan kekacauan dan ketakutan seperti perang saudara.

Baca Juga: Pesan Anti-Muslim Berisi Makian Dikirim ke Masjid di Jerman

"Tujuan organisasi ini adalah untuk mengguncang dan akhirnya menghancurkan sistem demokrasi dan persatuan sosial republik federal. Untuk tujuan menciptakan kondisi menyerupai perang saudara, serangan yang belum konkret terhadap politisi, pencari suaka, dan kelompok muslim telah direncanakan," kata GBA, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/2/2020).

Pemerintah Jerman tahun lalu menggunakan tindakan keras terhadap kelompok sayap kanan sebagai respons atas meningkatnya kejahatan rasial.

Langkah itu diambil setelah pembunuhan seorang politikus pro-imigran serta serangan mematikan di sebuah sinagog dan toko kebab di Halle oleh pria anti-Semit.

Otoritas juga memberlakukan aturan kepemilikan senjata lebih ketat serta memantau ujaran kebencian di media sosial.

Menurut data pemerintah, sekitar 90 persen dari 1.800 insiden terhadap orang Yahudi tahun lalu dilakukan oleh kelompok pro-sayap kanan.

Badan intelijen dalam negeri memperkirakan ada sekitar 24.100 ekstremis sayap kanan di Jerman dan sekitar setengahnya berpotensi melakukan kekerasan.


Editor : Anton Suhartono