Porak-porandakan Ukraina, Rusia: Tak Ada yang Bisa Cegat Rudal Oreshnik
Medvedev secara terbuka mengecam para pemimpin Eropa yang terus mendorong keterlibatan militer langsung. Dia bahkan menyebut mereka sebagai “bodoh” karena mengabaikan peringatan Rusia.
“Para penguasa Eropa yang bodoh itu menginginkan perang di Eropa. Sudah disampaikan ribuan kali: Rusia tidak akan menerima pasukan Eropa atau NATO di Ukraina,” kata Medvedev, seraya menyinggung Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai salah satu pemimpin yang dimaksud.
Dia menambahkan, serangan rudal Oreshnik pada Jumat lalu merupakan ganjaran yang setimpal dan menunjukkan keseriusan Rusia dalam menjaga garis merahnya.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, militernya melancarkan serangan skala besar terhadap berbagai fasilitas penting di Ukraina. Serangan tersebut menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi yang diluncurkan dari darat dan laut, termasuk rudal Oreshnik, serta didukung oleh drone-drone kamikaze.
Moskow menyebut operasi itu sebagai aksi balasan atas serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod pada 29 Desember 2025. Rusia menegaskan, setiap ancaman terhadap kepemimpinannya akan dibalas dengan kekuatan penuh dan teknologi persenjataan tercanggih yang dimilikinya.
Editor: Anton Suhartono