Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 1.000 Orang Lebih Terinfeksi Ebola dalam Sebulan, Ratusan Pasien Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Potensi Kematian Pasien Covid-19 Penderita Kanker Dua Kali Lebih Besar

Jumat, 29 Mei 2020 - 08:32:00 WIB
Potensi Kematian Pasien Covid-19 Penderita Kanker Dua Kali Lebih Besar
Hasil studi yang dirilis The Lancet mengungkap potensi kematian pasien Covid-19 yang menderita kanker dua kali lebih besar (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Hasil studi mengungkap pasien Covid-19 yang memiliki penyakit kanker memiliki kemungkinan meninggal dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak.

Berdasarkan pemeriksaan lebih dari 900 pasien di Amerika Serikat, Kanada, dan Spanyol, sebagaimana dirilis dalam jurnal kesehatan The Lancet, risiko kematian semakin meningkat pada pasien Covid-19 yang kondisi kankernya parah.

Pasien kanker yang kehilangan kemampuan beraktivitas sehari-hari, lebih berisiko ketimbang mereka yang masih bugar.

Penulis makalah memantau berapa banyak orang yang meninggal dalam 30 hari setelah didiagnosis terinfeksi virus corona.

"Kematian selama 30 hari adalah 13 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata mortalitas global yang dilaporkan oleh Universitas Johns Hopkins," kata Toni Choueiri, ahli onkologi di Dana-Farber Cancer Institute, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2020).

Namun studi juga mengungkap, penderita kanker yang menjalani kemoterapi atau terapi antikanker lainnya dalam waktu 4 pekan setelah diagnosis Covid-19 tidak meningkatkan risiko kematian.

"Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa pasien (Covid-19) dengan kanker dan beberapa penyakit bawaan bisa dan harus melanjutkan pengobatan yang sesuai," kata Choueiri.

Sesuai penelitian sebelumnya, tim juga menemukan bahwa usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, adanya dua atau lebih kondisi yang mendasarinya, serta merokok, juga bekontribusi meningkatkan risiko kematian.

Sementara itu Bill Cance, kepala petugas medis dan ilmiah American Cancer Society, lembaga yang membiaya studi, mengatakan, makalah ini menunjukkan rentannya pasien kanker yang terinfeksi virus corona.

Dia menambahkan, penggunaan kombinasi obat hidroksiklorokuin dan azithromycin dapat menyebabkan risiko kematian tiga kali lipat lebih besar lagi pada pasien.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghentikan uji coba penggunaan hidroksiklorokuin kepada pasien Covid-19 karena menimbulkan efek samping pada denyut jantung dan meningkatkan risiko kematian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut