Prancis Rusuh, Presiden Macron Salahkan Video Game dan Platform Medsos
PARIS, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyalahkan video game dan platform media sosial (medsos) sebagai pemicu kerusuhan di negaranya. Prancis diguncang demonstrasi 4 hari berturut-turut memprotes pembunuhan remaja 17 tahun keturunan Aljazair, Nahel M, oleh polisi.
Pembunuhan Nahel diduga kuat berlatar belakang etnis. Ini berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian bahwa Nahel dibunuh karena etnisnya yakni Arab.
Sejauh ini kepolisian Prancis telah menangkap hampir 1.000 orang terkait demonstrasi rusuh di berbagai kota. Sebagian besar adalah remaja.
Macron, dalam konferensi pers pada Jumat (30/6/2023) malam mengatakan, sekitar sepertiga dari mereka yang ditangkap adalah kalangan muda bahkan sangat muda. Dia menyebut internet memiliki pengaruh negatif pada anak-anak dan remaja.
Prancis Mencekam akibat Kerusuhan, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
“Platform (media sosial) dan jaringan memainkan peran utama dalam peristiwa beberapa hari terakhir. Kami telah menyaksikan mereka, Snapchat, TikTok, dan beberapa lainnya, menjadi tempat berkumpulnya kekerasan, tapi ada juga bentuk peniruan kekerasan yang bagi sebagian anak muda membuat mereka kehilangan hubungan dengan dunia nyata," katanya, dikutip dari RT.
Menurut Macron, kalangan muda turun ke jalan untuk mempraktikkan aksi di video game yang telah memabukkan mereka. Dia lalu mendesak para orang tua untuk menjaga anak-anak di rumah.
Kerusuhan di Prancis Berlanjut, 667 Orang Ditangkap Aparat dalam 1 Malam
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengingatkan platform media sosial untuk tidak menjadi pemicu seruan berbuat kekerasan atau konten-konten yang membesar-besarkan kerusuhan. Dia bersumpah untuk mengambil tindakan yang diperlukan kepada platform atau pihak mana pun yang tidak menghormati hukum.
Kerusuhan meletus pertama kali pada Selasa (27/6/2023) malam di pinggiran Nanterre, Paris, setelah seorang polisi menembak mati Nahel yang sedang bekerja sebagai pengantar pizza. Nahel diberhentikan oleh polisi atas tuduhan pelanggaran.
Petugas yang membunuh Nahel sudah ditahan dan didakwa pembunuhan setelah ibu korban menyerukan tindakan pembalasan.
Editor: Anton Suhartono