Presiden Brasil Bolsonaro Lantik Jenderal Tak Punya Pengalaman Medis Jadi Menteri Kesehatan

Anton Suhartono ยท Kamis, 17 September 2020 - 09:44 WIB
Presiden Brasil Bolsonaro Lantik Jenderal Tak Punya Pengalaman Medis Jadi Menteri Kesehatan

Jair Bolsonaro (Foto: AFP)

BRASILIA, iNews.id - Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Rabu (17/9/2020), melantik seorang jenderal yang tidak punya pengalaman medis sebagai menteri kesehatan (menkes).

Dua menkes sebelumnya, Luiz Henrique Mandetta dan Nelson Teich, mundur dan dipecat di masa pandemi Covid-19 karena bersebarangan pandangan dengan Bolsonaro yang merupakan mantan perwira Angkatan Darat.

Bolsonaro sudah menunjuk Jenderal Eduardo Pazuello (57) sebagai menkes sementara sejak Mei lalu, namun baru melantiknya kemarin.

Tidak seperti dua pendahulunya, Pazuello lebih patuh kepada Bolsonaro dalam menanggapi semua kebijakan pandemi. Kebijakan kontroversial pemerintah di antaranya merekomendasikan dokter untuk memberikan resep hidroksiklorokuin kepada pasien Covid-19, padahal para ahli menyebut obat itu tak efektif bahkan memiliki efek samping.

"Kita harus belajar sambil bekerja, mengganti roda mobil saat sedang bergerak. Tanggung jawabnya sangat besar, tapi kami punya kebebasan total untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan," kata Pazuello, dikutip dari AFP, Kamis (17/9/2020).

Dengan diangkatnya Pazuello, kabinet Bolsonaro kini diisi 11 perwira militer dari total 23 menteri.

Pada acara yang sama, Bolsonaro kembali membela kebijakannya untuk tetap merekomendasikan hidroksiklorokuin. Dia menggunakan obat itu saat menjalani perawatan selama 3 pekan akibat terpapar virus corona.

"Studi menunjukkan sekitar 30 persen kematian (Covid-19) dapat dihindari jika hidroksiklorokuin digunakan lebih awal," katanya, sambil mengangkat kotak obat hidroksiklorokuin, tanpa mengutip sumber klaim tersebut.

Dia juga memperbarui serangan terhadap para gubernur negara bagian yang memberlakukan lockdown dengan menyebut mereka menyerah pada kepanikan yang disebarkan oleh media massa.

Negara berpenduduk sekitar 212 juta jiwwa itu berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus kematian akibat Covid-19, yakni lebih dari 134.000 korban. Posisi pertama diisi Amerika Serikat.

Editor : Anton Suhartono