Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Brasil Komentari Perang Ukraina, Dikritik AS Dipuji Rusia

Selasa, 18 April 2023 - 09:57:00 WIB
Presiden Brasil Komentari Perang Ukraina, Dikritik AS Dipuji Rusia
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menuai kritik dari AS sekaligus dipuji Rusia terkait komentarnya tentang perang Ukraina. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BRASILIA, iNews.id - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menuai kritik dari Amerika Serikat (AS) sekaligus dipuji Rusia terkait komentarnya tentang perang Ukraina. Pekan lalu, dia mengatakan, Barat telah "mendorong" perang dengan mempersenjatai Ukraina. 

Lula menyerukan kekuatan Barat untuk berhenti menyediakan senjata untuk perang. Hal itu memicu kemarahan banyak orang di Barat. 

Komentar itu muncul tak lama setelah dia kembali dari China. Di Negeri Tirai Bambu itu, Lula membahas masalah Ukraina dengan Presiden China, Xi Jinping.

"Amerika Serikat perlu berhenti mendorong perang dan mulai berbicara tentang perdamaian," kata Lula pada Sabtu saat memberikan sambutannya kepada wartawan.

Dia juga menyerukan sekelompok negara yang tidak terlibat dalam perang, untuk ikut mendukung Rusia dan Ukraina dalam pembicaraan damai.

"Tapi kita juga harus berbicara dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kita harus meyakinkan orang bahwa perdamaian adalah jalannya," katanya.

Atas komentar tersebut, Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby pada Senin (17/4/2023) mengatakan, komentar Lula salah arah dan meleset dari sasaran dengan menyarankan Amerika Serikat dan Eropa yang entah bagaimana dinilai tidak tertarik pada perdamaian.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov memuji Lula. Kepada wartawan di Brasilia pada Senin, dia menyatakan Moskow "berterima kasih kepada teman-teman Brasil atas pemahaman mereka yang jelas tentang asal mula situasi.

"Kami berterima kasih atas keinginan mereka untuk berkontribusi menemukan cara untuk menyelesaikan situasi ini," katanya.

Sejauh ini di antara negara-negara Barat, hanya Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyambut inisiatif perdamaian Lula. Seruan pemimpin Brasil untuk menghentikan pasokan senjata ke Ukraina tidak diterima dengan baik di antara sebagian besar diplomat.

"Ini membunyikan alarm. Mengakhiri pasokan senjata untuk Ukraina sama saja dengan memihak Rusia," kata seorang duta besar Eropa di Brasilia.

"Ini adalah perang agresi dan pertahanan. Jika mereka tidak memiliki senjata, Ukraina kehilangan hak untuk membela diri," kata diplomat lain yang meminta namanya tidak disebutkan.

Awal tahun ini, Lula menolak memasok amunisi ke Ukraina, seperti yang diminta oleh Jerman.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut