Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh WN Irak: Pelaku Bawa Pisau dari Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Edogan: Turki Belum Ungkap Semua Hal soal Tewasnya Khashoggi

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:28:00 WIB
Presiden Edogan: Turki Belum Ungkap Semua Hal soal Tewasnya Khashoggi
Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki belum mengungkap semua hal tentang pembunuhan Jamal Khashoggi (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut, negaranya belum mengungkap semua hal terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Turki menggelar penyelidikan untuk mengungkap misteri pembunuhan sadis kontributor The Washington Post yang menghebohkan dunia itu. Sebelumnya penyelidik mengungkap dugaan keterlibatan pejabat Saudi. Hal ini didasarkan atas rekaman percakapan telepon antara para pelaku dengan seseorang di Riyadh.

"Kami belum mengungkap semua elemen yang kami miliki (dalam penyelidikan)," kata Erdogan, dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Haber, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Sabtu (16/2/2019).

Dia menambahkan, Turki akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional agar terungkap secara jelas. Erdogan juga mengajak AS terlibat lebih dalam.

Khashoggi dibunuh saat hendak mengambil dokumen terkait rencana pernikahannya dengan perempuan Turki, Hatice Cengiz. Namun Khashoggi tak pernah keluar dari kantor konsulat sejak mengambil dokumen, membuat Cengiz yang menunggunya di luar curiga. Kasus kehilangan ini dilaporkan Cengiz ke polisi keesokan harinya.

Pria yang vokal mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) itu meninggalkan Saudi sejak tahun lalu untuk tinggal di AS karena mendapat teror.

Hasil penyelidikan, otoritas Turki menyebut ada 15 warga Saudi yang terlibat pembunuhan. Namun mereka keburu meninggalkan Turki. Permintaan pemerintah Turki kepada Saudi agar menyerahkan para terduga pelaku ditolak dengan alasan mereka akan diadili di dalam negeri.

Saudi juga menggelar penyelidikan terpisah dan sejauh ini telah menyeret 11 orang ke pengadilan. Lima di antaranya terancam hukuman mati.

Pemerintah Saudi juga membantah keterlibatan MBS dengan menyebut pembunuhan ini merupakan 'operasi nakal' yang dilakukan intelijen tanpa sepengetahuan kerajaan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut