Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:22:00 WIB
Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai
Masoud Pezeshkian menyampaikan kepada Vladimir Putin mengenai alasan Iran dan Amerika Serikat tak kunjung mencapai kesepakatan damai (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Putin juga mendesak AS memenuhi tuntutan ganti rugi atau kompensasi terhadap Iran atas kerusakan yang terjadi selama perang. Selain itu, dia menilai jaminan keamanan jangka panjang bagi Iran menjadi bagian penting dari penyelesaian konflik.

Peran Pakistan sebagai mediator sebelumnya memang menjadi salah satu jalur utama komunikasi Iran-AS. Islamabad membantu memfasilitasi perundingan kedua negara sejak perang pecah pada Februari, termasuk proses yang menghasilkan kerangka kesepakatan pada Juni. Namun, perbedaan antara Teheran dan Washington kemudian kembali memicu kebuntuan.

Dalam perkembangan terbaru, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington menginginkan Iran mengurangi secara signifikan kemampuan pengayaan uraniumnya sebagai bagian dari penyelesaian perang. Sementara itu, Teheran tetap mempertahankan haknya untuk melakukan pengayaan sebagai salah satu persoalan penting dalam perundingan.

Kedua pemimpin kemudian menegaskan kembali komitmen untuk memperluas kerja sama berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif Iran-Rusia serta memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional.

Iran dan Rusia menandatangani perjanjian tersebut pada Januari 2025 untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, transportasi, dan keamanan.

Di tengah perang yang belum berakhir, pembicaraan Pezeshkian dan Putin menunjukkan bahwa Teheran masih mengedepankan jalur diplomasi, tetapi menginginkan adanya perubahan sikap dari Washington agar kesepakatan damai dapat tercapai.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut