Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai
Putin juga mendesak AS memenuhi tuntutan ganti rugi atau kompensasi terhadap Iran atas kerusakan yang terjadi selama perang. Selain itu, dia menilai jaminan keamanan jangka panjang bagi Iran menjadi bagian penting dari penyelesaian konflik.
Peran Pakistan sebagai mediator sebelumnya memang menjadi salah satu jalur utama komunikasi Iran-AS. Islamabad membantu memfasilitasi perundingan kedua negara sejak perang pecah pada Februari, termasuk proses yang menghasilkan kerangka kesepakatan pada Juni. Namun, perbedaan antara Teheran dan Washington kemudian kembali memicu kebuntuan.
Dalam perkembangan terbaru, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington menginginkan Iran mengurangi secara signifikan kemampuan pengayaan uraniumnya sebagai bagian dari penyelesaian perang. Sementara itu, Teheran tetap mempertahankan haknya untuk melakukan pengayaan sebagai salah satu persoalan penting dalam perundingan.
Kedua pemimpin kemudian menegaskan kembali komitmen untuk memperluas kerja sama berdasarkan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif Iran-Rusia serta memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional.
Iran dan Rusia menandatangani perjanjian tersebut pada Januari 2025 untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, transportasi, dan keamanan.
Di tengah perang yang belum berakhir, pembicaraan Pezeshkian dan Putin menunjukkan bahwa Teheran masih mengedepankan jalur diplomasi, tetapi menginginkan adanya perubahan sikap dari Washington agar kesepakatan damai dapat tercapai.
Editor: Anton Suhartono