“Pemilu ini jelas tidak bebas dan adil, mengingat Putin telah memenjarakan lawan politik dan mencegah orang lain mencalonkan diri melawannya,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Puluhan Drone Ukraina Serang Rusia saat Pilpres, Begini Dampaknya
Pemilu ini diadakan dua tahun setelah Putin melancarkan agresi militer Rusia di Ukraina, yang dianggap kalangan Barat sebagai konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Meskipun terpilihnya kembali Putin tidak diragukan lagi mengingat kendalinya atas Rusia dan tidak adanya penantang nyata, mantan mata-mata KGB itu ingin menunjukkan bahwa ia mendapat dukungan besar dari Rusia. Menurut pejabat pemilu Rusia, tingkat partisipasi pemilih secara nasional mencapai 74,22 persen pada pukul 21.00 waktu Moskow, ketika pemungutan suara ditutup. Angka itu melampaui tingkat partisipasi pemilih Rusia pada 2018, yaitu sebesar 67,5 persen.
Ukraina Terus Memohon-mohon Bantuan AS untuk Lawan Rusia, sampai Menlu Bilang Begini
Jurnalis Reuters melihat adanya peningkatan arus pemilih pada siang hari, terutama dari kaum muda, di berbagai TPS di kota-kota seperti Moskow, St Petersburg, dan Yekaterinburg. Antrean pemilih mencapai beberapa ratusan bahkan ribuan orang.
Dengan hasil awal ini, Putin yang kini berusia 71 tahun, akan dengan mudah meneruskan jabatannya sebagai kepala negara untuk enam tahun lagi. Hal itu memungkinkannya menyalip Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku