Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Saudi Gempur Yaman, 3 WNI Terjebak di Pulau Dajjal Socotra
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Yaman Mansour Hadi Mundur atas Desakan Pangeran Arab Saudi MBS?

Senin, 18 April 2022 - 07:14:00 WIB
Presiden Yaman Mansour Hadi Mundur atas Desakan Pangeran Arab Saudi MBS?
Abdrabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri diduga atas desakan Arab Saudi (Foto: Yaman TV via Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi diduga mengundurkan diri karena mendapat tekanan dari Arab Saudi. Dia kini dilaporkan berada dalam tahanan rumah di Arab Saudi, meski masih menjadi perdebatan.

Surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat Arab Saudi dan Yaman, melaporkan Hadi mengundurkan diri setelah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) diduga menyerahkan perintah tertulis saat mereka bertemu di Riyadh.

Menurut laporan WSJ, Saudi menekan Hadi untuk mundur dan mengancam akan membeberkan bukti dugaan kasus korupsi jika menolak.

Seorang pejabat Saudi mengatakan, pihak berwenang mengurung Hadi di rumahnya di Riyadh serta membatasi komunikasi dengan dunia luar. Namun pejabat Saudi dan Yaman lainnya membantah pembatasan yang diberlakukan terhadap Hadi.

Hadi mengumumkan pengunduran diri pada awal bulan ini setelah 8 tahun perang saudara di negaranya. Dia menyerahkan kekuasaan kepada dewan kepresidenan yang baru dibentuk, terdiri atas delapan pemimpin politik, termasuk perwakilan kelompok separatis Dewan Transisi Yaman Selatan. Namun pemberontak Houthi tak dimasukkan dalam dewan kepresidenan.

Pembentukan dewan diumumkan setelah konsultasi antara pihak berkepentingan di Yaman yang digelar di Riyadh. Kepemimpinan Saudi meminta dewan untuk memulai pembicaraan dengan Houthi guna membangun perdamaian di Yaman, negara yang terkoyak oleh perang saudara selama 8 tahun.

Hadi pindah ke Saudi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014. Setahun kemudian Saudi membentuk pasukan koalisi untuk mengembalikan pemerintahan Yaman yang sah.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut