Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, DPR bakal Rapat dengan Menpora hingga FPTI
Advertisement . Scroll to see content

Pria Australia Lecehkan Ratusan Anak di 15 Negara via Online, Bikin Banyak Akun Palsu 

Jumat, 06 Februari 2026 - 09:23:00 WIB
Pria Australia Lecehkan Ratusan Anak di 15 Negara via Online, Bikin Banyak Akun Palsu 
Kasus kejahatan seksual yang menjerat pria Australia Ethan Burns-Dederer menjadi alarm akan ancaman nyata yang mengintai anak-anak di dunia maya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Kasus kejahatan seksual yang menjerat pria Australia Ethan Burns-Dederer (27) menjadi alarm keras akan ancaman nyata yang mengintai anak-anak di dunia maya. Perkara ini menyingkap bagaimana ruang digital, yang seharusnya aman dan edukatif, justru dimanfaatkan predator seksual untuk menjebak korban lintas negara.

Kepolisian Queensland mendakwa Ethan dengan 596 tuduhan kejahatan seksual setelah menemukan lebih dari 23.000 video dan foto dugaan pelecehan anak di perangkat elektroniknya. Korbannya bukan hanya dari Australia, tetapi tersebar di sedikitnya 15 negara.

Penyelidikan mengungkap, pelaku memanfaatkan aplikasi pesan, media sosial, hingga platform game online populer untuk mendekati anak-anak. 
Dengan menggunakan berbagai profil palsu, baik sebagai laki-laki maupun perempuan, Ethan diduga membujuk, memaksa, bahkan mengancam korban agar mengirimkan materi seksual.

Mayoritas korban berusia antara 7 hingga 15 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap manipulasi di ruang digital. Polisi menyebut kejahatan ini berlangsung dalam rentang waktu panjang, dari 2018 hingga 2025, tanpa disadari oleh banyak pihak.

Pejabat Kepolisian Queensland Denzil Clark mengatakan, kasus ini mencerminkan tren mengkhawatirkan meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak berbasis online.

“Kami melihat peningkatan prevalensi anak-anak yang dirayu, dipaksa, atau diancam untuk mengambil dan mengirim gambar seksual mereka, sering kali melalui aplikasi, game, dan situs media sosial populer. Trauma yang ditimbulkan pada anak sangat signifikan,” ujar Clark, dikutip Jumat (6/2/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut