Pria Berjenggot Serang Penumpang Kereta Membabi Buta Pakai Pisau
BERLIN, iNews.id - Seorang pria bersenjata pisau menyerang penumpang kereta di Jerman. Beruntung dia berhasil dilumpuhkan oleh para penumpang lain.
Penyerangan ini terjadi di dalam kereta regional Jerman, Jumat (13/5/2022). Pria bersenjata itu berhasil dilumpuhkan oleh seorang polisi yang tengah tak bertugas dan dua penumpang lain.
Pelaku diketahui merupakan pria kelahiran Irak. Polisi yang berhasil melumpuhkannya juga menjadi salah satu dari korban serangan.
Seorang pejabat tinggi penegak hukum mengatakan, penyerang berusia 31 tahun. Dia diselidiki atas kemungkinan ekstremisme Islam ketika tinggal di sebuah asrama pengungsi pada 2017.
Pria Diduga ODGJ di Limbangan Garut Serang 2 Orang dengan Cangkul, 1 Tewas
Meski demikian, polisi masih menyelidiki pelaku untuk mengungkap motif pasti dari penyerangan ini.
Empat dari korban luka dirawat di rumah sakit. Mereka menderita luka di tangan atau wajah dan kepala. Sementara satu korban ditikam di tulang belikat.
Diserang KKB, 1 Brigjen Hilang dan 7 Tentara Tewas
Beruntung tidak ada korban yang dalam kondisi kritis. Sedangkan pelaku yang juga terluka dibawa ke klinik.
Kejadian ini bermula saat kereta baru saja keluar dari Stasiun di Herzogenrath dekat perbatasan dengan Belanda. Kereta itu berjalan menuju Kota Aachen di Jerman barat pada pukul 07:42 waktu setempat.
Menteri Dalam Negeri negara bagian itu, Herbert Reul menambahkan, tiba-tiba pelaku mulai menyerang sesama penumpang secara acak dan sewenang-wenang. Dia pun memuji keberanian perwira dan penumpang yang tidak bertugas berusia 60 tahun. Mereka telah mencegah kejadian lebih buruk menimpa.
Dia menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan mengerikan yang dihentikan dengan tindakan keberanian.
Reul mengatakan pria itu telah menjalani pemeriksaan polisi untuk kemungkinan ekstremisme Islam pada 2017. Pengelola asrama pengungsi tempat pria itu tinggal melaporkan, dia telah menumbuhkan janggut, mengubah perilaku dan mengisolasi diri dari sesama penghuninya.
Editor: Umaya Khusniah