Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim Iran Batalkan Rencana Bikin Senjata Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Profil Aisha Wahab, Politisi Muslimah Keturunan Afghanistan Rebut Kursi DPR AS

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:02:00 WIB
Profil Aisha Wahab, Politisi Muslimah Keturunan Afghanistan Rebut Kursi DPR AS
Aisha Wahab mencetak sejarah baru dalam politik Amerika Serikat (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Menang di Tengah Serangan Iklan

Meski menghadapi gelombang belanja politik dari kelompok luar, Wahab akhirnya mampu mempertahankan keunggulannya hingga pemilihan khusus berakhir.

Kemenangan tersebut membuatnya menjadi perempuan Muslim pertama? Tidak—Wahab sudah menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih ke legislatif California. Di tingkat federal, pencapaian terbesarnya adalah menjadi orang keturunan Afghanistan pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Setelah kemenangan tersebut, Wahab menegaskan bahwa dirinya ingin fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat di distrik yang diwakilinya. Dia juga menyoroti besarnya dana dari kelompok luar yang digunakan untuk memengaruhi persaingan tersebut.

Baru Menjabat hingga Januari

Kemenangan Wahab dalam pemilihan khusus ini belum otomatis memberinya masa jabatan penuh dua tahun. Dia akan mengisi sisa masa jabatan kursi yang sebelumnya ditempati Eric Swalwell hingga Januari.

Wahab dan Hernandez juga dijadwalkan kembali berhadapan dalam pemilihan November 2026 untuk memperebutkan masa jabatan penuh selama dua tahun. Dengan demikian, pertarungan keduanya belum benar-benar berakhir.

Namun, kemenangan pertama Wahab sudah memiliki makna historis. Dari seorang anak yang pernah berada dalam sistem foster care hingga menjadi senator negara bagian dan kini anggota Kongres, perjalanan Aisha Wahab menjadi salah satu kisah politik paling menonjol dalam pemilu khusus California tahun ini.

Kemenangannya juga menjadi simbol menguatnya suara progresif dan Muslim-Amerika dalam politik AS, terutama di tengah perdebatan tajam mengenai kebijakan Washington terhadap Israel dan Palestina.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut